Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peredaran Narkotika yang Masif dan Cepat Ancaman Nyata bagi Generasi Muda

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:

BRIN memiliki fasilitas dan peralatan riset yang mumpuni di kawasan Asia Tenggara, yang dapat dioptimalkan untuk mempercepat proses identifikasi dan analisis senyawa narkotika secara lebih akurat dan efisien.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan ketahanan kesehatan nasional, khususnya dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat. Indonesia diketahui memiliki potensi keanekaragaman hayati yang besar, dengan lebih dari 31.000 spesies tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan baku farmasi.

Namun demikian, pemanfaatan potensi tersebut memerlukan pengawasan ketat guna mencegah penyalahgunaan, terutama terhadap tanaman yang mengandung senyawa narkotika. Oleh karena itu, riset yang komprehensif dan terukur menjadi kunci dalam memastikan pemanfaatannya tetap berada dalam koridor kepentingan medis dan ilmu pengetahuan.

Kolaborasi ini merupakan momentum penting untuk mengakselerasi sinergi riset, khususnya dalam merespons kemunculan zat psikoaktif baru atau New Psychoactive Substances (NPS) yang terus berkembang.

Perkembangan zat narkotika baru sangat cepat. Secara global telah teridentifikasi lebih dari 1.300 jenis NPS, sementara di Indonesia sendiri telah terindikasi sebanyak 115 jenis.

Lebih lanjut, melalui kerja sama ini diharapkan proses sertifikasi bahan baku lokal untuk kebutuhan medis dan industri domestik dapat berjalan lebih optimal dengan pengawalan dari BNN, BRIN, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sinergi ini juga diharapkan mampu menjamin aspek keamanan, mutu, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Anda juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apa manfaatnya?

Perubahan pola peredaran narkotika di Indonesia telah berkembang sangat cepat dan semakin sulit dideteksi.

Narkotika di Indonesia sudah berubah sangat cepat, tidak lagi hanya heroin atau ekstasi, tetapi saat ini telah berkembang menjadi bentuk cair, sintetis, hingga tersamarkan dalam media rokok elektrik.

Untuk dapat mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan penguatan regulasi yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh BNN, melainkan harus melalui sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini, namun tentu masih banyak hal yang perlu didiskusikan dan diperkuat bersama.

BPOM juga telah menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kolaborasi berbasis data ilmiah. Setiap kebijakan yang nantinya diambil akan didasarkan pada kajian ilmiah yang komprehensif.

BNN dan BPOM juga sepakat untuk memperbarui nota kesepahaman (MoU) guna memperkuat landasan hukum kerja sama serta mendorong kolaborasi secara lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Mau Selamatkan Harimau? Ran...
Nasional
Rumah Adat di Kawasan Wisat...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.