Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ludruk Masih Hidup di Tengah Derasnya Modernisasi, Namun Sejauh Mana Mampu Beradaptasi!

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 17:35 WIB | Oleh:

Di sinilah dilema muncul. Di satu sisi, ada romantisme terhadap masa lalu ludruk sebagai seni rakyat yang berjaya. Di sisi lain, ada realitas bahwa dunia telah berubah, dan ludruk harus menemukan cara baru untuk tetap relevan.


Bentuk baru

Eksistensi ludruk di Surabaya, hari ini, sesungguhnya berada dalam fase transisi. Ia tidak lagi sepenuhnya tradisional, tetapi juga belum sepenuhnya modern. Di ruang inilah peluang, sekaligus tantangan terbuka lebar.

Salah satu kunci utama adalah inovasi tanpa kehilangan identitas. Ludruk tidak harus meninggalkan pakemnya, seperti iringan tari remo, kidungan jula-juli, dan dagelan tetap menjadi ruh utama, dengan cara penyajian dapat disesuaikan selera zaman. Durasi yang lebih ringkas, tema yang kontekstual, hingga pemanfaatan media digital bisa menjadi pintu masuk bagi generasi muda.

Sebaiknya Anda baca juga:

Fenomena viralnya potongan lawakan ludruk di media sosial menunjukkan bahwa sebenarnya ada pasar yang masih potensial. Masalahnya bukan pada konten, melainkan pada distribusi. Ludruk perlu hadir di ruang-ruang baru, termasuk platform digital, tanpa kehilangan kekuatan naratifnya.

Selain itu, pendekatan kolaboratif menjadi penting. Ludruk tidak bisa berjalan sendiri. Ia perlu bersinergi dengan sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Keterlibatan sekolah, misalnya, dapat menjadi strategi efektif untuk memperkenalkan ludruk sejak dini. Kegiatan, seperti pagelaran di sekolah atau integrasi dalam kurikulum budaya, dapat menjadi langkah konkret.

Dari sisi kebijakan, diperlukan keberpihakan yang lebih terstruktur. Dukungan pemerintah selama ini sudah ada, tetapi perlu ditingkatkan dalam bentuk yang lebih berkelanjutan. Misalnya, penyediaan panggung reguler, insentif bagi kelompok aktif, hingga pendataan yang akurat terhadap pelaku ludruk.

Revitalisasi ruang budaya juga menjadi faktor penting. Surabaya tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua lokasi pertunjukan. Penyebaran ruang-ruang budaya di tingkat kampung dapat membuka akses yang lebih luas, sekaligus menghidupkan kembali kedekatan ludruk dengan masyarakat akar rumput.

Lebih jauh, transformasi kelembagaan, seperti rencana pembentukan Dewan Kebudayaan Surabaya dapat menjadi momentum strategis. Lembaga ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol administratif, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penghubung antara seniman, komunitas, dan pemerintah.

Meskipun demikian, semua upaya itu pada akhirnya kembali pada satu hal mendasar, yakni kemauan untuk merawat. Ludruk bukan sekadar warisan yang disimpan, tetapi praktik budaya yang harus terus dihidupkan.

Di tengah kota yang terus bergerak maju, ludruk mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal identitas. Ia adalah cara Surabaya bercerita tentang dirinya, tentang humor, kritik, keberanian, dan kedekatan dengan rakyat kecil.

Menjaga ludruk berarti menjaga ingatan kolektif kota. Dan seperti halnya ingatan, ia hanya akan bertahan jika terus diulang, dipentaskan, dan dirasakan bersama.

Maka, masa depan ludruk tidak hanya ditentukan oleh seniman, tetapi juga oleh publik yang bersedia menonton, pemerintah yang konsisten mendukung, dan generasi muda yang mau belajar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Cabai Rawit Rp95.150/Kg, Telur Ayam Rp32.050/Kg

45 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp95.150/...
Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Sesua...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Presiden Prabowo Bertolak ke Lampung untuk Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir

Presiden Prabowo Bertolak ke Lampung untuk Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir

10 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.