Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov DKI Pastikan Budaya Betawi Jadi Akar Jakarta Kota Global

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Pastikan Budaya Betawi Jadi Akar Jakarta Kota Global Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menjadikan budaya Betawi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan pelestarian budaya, penguatan ruang ekspresi seni, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menjadikan budaya Betawi sebagai fondasi utama dalam pembangunan Jakarta menuju kota global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan pelestarian budaya, penguatan ruang ekspresi seni, serta penataan kelembagaan adat masyarakat Betawi.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat menghadiri peringatan Milad ke-25 Forum Betawi Rempug (FBR) di Area Parkir C3 Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kontribusi FBR yang selama 25 tahun dinilai konsisten menjaga budaya Betawi, memperkuat persatuan, dan mendukung kondusivitas ibu kota.

"Saya menyampaikan Selamat Milad ke-25 kepada seluruh keluarga besar Forum Betawi Rempug. Seperempat abad perjalanan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, merawat budaya Betawi, dan meneguhkan persatuan dalam membangun Jakarta," ujar Pramono.

Mengusung tema Merawat Akar, Merajut Masa Depan, peringatan Milad FBR dinilai selaras dengan arah transformasi Jakarta sebagai kota global. Menurut Pramono, modernisasi kota harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas, sejarah, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan masyarakat Betawi.

"Masyarakat Betawi memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah dan perjalanan Jakarta melalui nilai-nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, serta semangat kebangsaan. Nilai-nilai luhur inilah yang membentuk Jakarta sebagai kota yang majemuk," ungkapnya.

Ia menjelaskan Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat eksistensi budaya Betawi di ruang publik. Langkah tersebut meliputi penggunaan busana adat Betawi dalam kegiatan resmi pemerintahan, penguatan ornamen bernuansa Betawi di berbagai fasilitas publik, hingga penyusunan kelembagaan adat masyarakat Betawi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Pramono menegaskan pelestarian budaya tidak hanya berorientasi pada simbol dan tradisi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat Betawi serta mewariskan nilai-nilai budayanya kepada generasi muda. Menurutnya, Jakarta harus berkembang menjadi kota modern tanpa kehilangan jati diri yang telah membentuk karakter ibu kota selama berabad-abad.

"Kami berharap FBR terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya Betawi, serta menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap identitas budayanya. Jakarta harus terus bergerak maju menuju kota global tanpa pernah kehilangan akar yang menjadi kekuatannya," tegasnya.

Pramono juga mengapresiasi pelaksanaan doa lintas iman yang menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-25 FBR. Menurutnya, keterlibatan perwakilan enam agama mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan yang menjadi kekuatan utama Jakarta sebagai kota yang majemuk.

"Doa lintas iman yang melibatkan enam agama menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama Jakarta. Semangat saling menghormati ini harus terus kita jaga bersama agar kota ini tetap aman, harmonis, dan terbuka bagi siapa saja," katanya.

Sementara itu, Imam Besar FBR Lutfi Hakim menyebut peringatan Milad ke-25 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam menjaga martabat masyarakat Betawi sekaligus berkontribusi terhadap masa depan Jakarta. Ia menegaskan berbagai dinamika yang dihadapi selama seperempat abad tidak mengurangi kecintaan FBR terhadap Betawi dan ibu kota.

"Selama seperempat abad ini kita telah melewati banyak musim. Kami pernah dipuji, disalahpahami, bahkan dicaci maki. Kami pernah berdiri di depan, dan pernah berada di belakang. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah, kami tidak akan pernah berhenti mencintai Jakarta dan tidak pernah berhenti mencintai Betawi," pungkas Lutfi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kapal Feri Terbakar di Madura: 5 Tewas, 41 Orang Masih Hilang

55 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kapal Feri Terbakar di Madu...
Olahraga
PBSI Segera Umumkan Pelatih...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.