Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Lesu Terseret Sentimen Global, MSCI Tahan Rebalancing Saham RI

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Lesu Terseret Sentimen Global, MSCI Tahan Rebalancing Saham RI Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
Ket. Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap ketidakpastian eksternal, terutama terkait sikap MSCI yang masih menahan rebalancing saham-saham Indonesia.

Keputusan ini memicu kekhawatiran akan tertahannya aliran dana asing, mengingat perubahan komposisi indeks global seperti MSCI kerap menjadi acuan utama bagi investor institusional dalam mengalokasikan portofolio.

Dalam kondisi tersebut, tekanan jual cenderung meningkat pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya diharapkan mendapat tambahan bobot.

Hal ini memperlihatkan bahwa pasar domestik masih sangat sensitif terhadap sentimen global, khususnya yang berkaitan dengan arus modal.

Tanpa katalis positif dari eksternal maupun penguatan fundamental domestik, pergerakan IHSG berpotensi tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/4) sore ditutup melemah dipicu sentimen negatif pengumuman MSCI yang masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026.

IHSG ditutup melemah 34,73 poin atau 0,46 persen ke posisi 7.559,38.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,18 poin atau 1,61 persen ke posisi 743,67.

"Sentimen negatif terutama berasal dari pengumuman MSCI yang masih akan membekukan rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, berdasarkan pengumumannya pada Senin (20/4/2026), MSCI telah mengakui upaya otoritas dalam melakukan agenda reformasi transparansi pasar modal di Indonesia.

Namun, MSCI masih akan mengevaluasi konsistensi dan efektivitas kebijakan baru, khususnya peningkatan transparansi data kepemilikan saham dan rencana kenaikan batas minimum free float menjadi 15 persen.

Selain itu, investor juga mengantisipasi MSCI yang akan menghapus saham masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).

"Namun demikian, kekhawatiran terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market ke kategori frontier market diperkirakan mulai mereda," ujar Ratna.

Di sisi lain, MSCI masih akan mempertahankan langkah yang telah diumumkan sebelumnya, yang saat ini berlaku untuk pasar Indonesia, di antaranya pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS); pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI); dan pembekuan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Daerah Diminta Siapkan Anggaran untuk Menangani Penyakit TBC

11 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Daerah Diminta Siapkan Angg...
Luar Negeri
Salah Satu PM yang Pernah A...

Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Meradang!

32 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Putin Kunjungi Kepulauan Ku...
Olahraga
Festival Sepak Bola Rakyat ...
Megapolitan
Selesaikan Persoalan LRT Ci...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.