Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Sumbar Dorong Mekanisme Penyangga untuk Lindungi Harga Gambir

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 12:05 WIB | Oleh:
Gubernur Sumbar Dorong Mekanisme Penyangga untuk Lindungi Harga Gambir Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Manyeldi saat diwawancarai terkait komoditas gambir di Kota Padang.

 Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Manyeldi mengatakan daerah tersebut membutuhkan semacam lembaga penyangga atau penampung untuk membantu menjaga stabilitas harga komoditas gambir terutama saat merosot.

"Kita butuh semacam penyangga yang siap menampung gambir saat nilainya turun," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Kota Padang, Selasa.

Mahyeldi mengatakan penyangga atau penampung sementara itu bisa dibangun oleh pengusaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) atau pemerintah daerah. Usulan ini dinilai bisa menjadi sebuah solusi agar petani gambir tidak tertekan oleh fluktuasi harga pasar global.

Ia menilai salah satu penyebab anjloknya harga gambir saat ini dikarenakan para petani menyerahkan sepenuhnya kepada penampung atau eksportir. Selain itu, nilai jual gambir juga dipengaruhi oleh kondisi global terkini.

Di awal April 2026 nilai jual gambir di gudang berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram atau tergantung kualitas. Sementara, di tingkat petani hanya Rp20 ribu per kilogram.

Sumbar, kata dia, sudah memiliki koperasi yang selama ini menampung gambir asal Kabupaten Limapuluh Kota maupun Kabupaten Pesisir Selatan. Namun, koperasi itu belum sepenuhnya bisa menampung hasil petani ketika musim panen sehingga dibutuhkan dukungan dari penyangga lainnya.

"Jadi, ketika harga gambir sedang anjlok kita tahan dulu. Nanti kalau harganya sudah membaik baru dijual," kata dia.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sumbar RM Ende Dezeanto mengatakan gambir menjadi salah satu komoditas unggulan Ranah Minang pada 2025.

Sepanjang 2025 pihaknya mencatat Sumbar telah mengekspor 54.041 ton gambir ke pasar global dengan tujuan Pakistan, India, Afrika Selatan dan Malaysia. Komoditas ini berhasil mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp3,28 miliar terhadap penerimaan negara bukan pajak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.