Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Demografi: Bappenas Sebut Pertumbuhan Penduduk RI Lampaui Rerata Global

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Demografi: Bappenas Sebut Pertumbuhan Penduduk RI Lampaui Rerata Global Doc: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi
Ket. Ilustrasi - Petugas BPS melaksanakan pendataan untuk sensus penduduk secara tatap muka di permukiman warga di Dusun Bantarkaler, Desa Darmaraja, Ciamis, Jawa Barat.

JAKARTA – Pertumbuhan populasi Indonesia yang berlangsung cepat mencerminkan dinamika demografi yang dapat menjadi peluang sekaligus tantangan.

Di satu sisi, peningkatan jumlah penduduk memperbesar potensi pasar domestik dan menciptakan bonus demografi melalui meningkatnya usia produktif.

Namun, tanpa diimbangi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ini berisiko menekan daya saing ekonomi.

Secara struktural, lonjakan populasi juga berdampak pada kebutuhan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta ketahanan pangan.

Ketidaksiapan dalam mengelola hal tersebut dapat memicu ketimpangan sosial dan urbanisasi yang tidak terkendali.

Oleh karena itu, kebijakan pembangunan perlu difokuskan pada peningkatan produktivitas, pemerataan akses layanan dasar, serta penguatan kualitas tenaga kerja agar pertumbuhan populasi benar-benar menjadi motor pembangunan, bukan beban ekonomi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kecepatan pertumbuhan populasi Indonesia berada di atas rata-rata dunia.

"Sekarang penduduk dunia sudah di atas 8 miliar, dan penduduk Indonesia sudah di atas 280 juta jiwa. Kalau mengikuti tren peningkatan penduduk dunia, seharusnya kita ini hanya 240 juta saja. Berarti kecepatan pertumbuhan populasi kita di atas rata-rata dunia. Nah, kalau di atas rata-rata dunia maka kita pun harus hati-hati," ungkapnya dalam agenda Peluncuran Country Programme Implementation Plan (CPIP) Program Kerja Sama Indonesia-UNFPA (United Nations Population Fund) Siklus 11 di Jakarta, Selasa (21/4).

Dalam kondisi ini, Indonesia akan mengalami fase bonus demografi apabila penduduk generasi yang cenderung muda dapat dikelola dengan baik.

Sebaliknya, penduduk yang menua akan mengalami penurunan produktivitas.

Karena itu, dia mengingatkan seluruh tingkat pemerintah agar dapat menangani persoalan daya dukung lingkungan yang semakin terbatas seiring peningkatan jumlah populasi.

"Kalau kita pelajari, sebagian bencana bukannya bencana alam saja, tapi bencana karena manusia karena tekanan jumlah penduduk kita. Penduduk makin banyak makin perlu air, makin perlu pangan, makin perlu energi, akhirnya melebihi kapasitas dunia untuk melayaninya. Tapi, kalau saja dunia ini dikelola dengan adil, sebenarnya cukup," ujar Rachmat.

"Pada waktu mengalami bencana, akhirnya yang pertama kali yang harus diperhatikan penduduk juga. Penduduk yang paling diperhatikan adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, dan remaja perempuan, karena remaja perempuan akan menghadapi penanganan yang berbeda dibandingkan remaja laki-laki," kata Kepala Bappenas.

Dalam konteks ini, kerja sama antara Indonesia dengan UNFPA dianggap penting sekali guna mengatasi berbagai tantangan berat tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.