Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

163 Petugas dari Pemkot Jaksel Awasi Pemotongan Hewan Kurban

📅 Senin, 25 Mei 2026, 13:23 WIB | Oleh:
163 Petugas dari Pemkot Jaksel Awasi Pemotongan Hewan Kurban Doc: antara foto
Ket. Pemkot Jaksel terjunkan ratusan petugas awasi pemotongan hewan kurban.

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Pemkot Jakarta Selatan (Jaksel) mengerahkan sebanyak 163 petugas untuk mengawasi pemotongan hewan kurban saat Idul Adha 1447 Hijriah.

"Kurang lebih ada 163 petugas yang akan diturunkan pada saat hari H plus hari tasriknya," kata Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro Yudyantoro saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/5).

Dia mengatakan petugas tersebut disebar ke masjid dan lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah Jakarta Selatan.

Petugas, kata dia, akan memastikan daging hewan kurban layak untuk didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat.

"Jadi, mereka datang ke masjid-masjid, ke tempat-tempat yang melakukan pemotongan hewan kurban untuk diperiksa sebelum dipotong dan juga pada saat setelah dipotong," ujar Ridho.

Selain itu, Sudin KPKP Jakarta Selatan juga melakukan pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

"PMK tetap kita periksa juga, karena itu adalah salah satu penyakit hewan juga," tutur Ridho.

Dia menjelaskan PMK bukan penyakit zoonosis yang menular kepada manusia, namun tetap perlu diantisipasi.

Oleh sebab itu, hewan yang terindikasi sakit tetap akan dipisahkan dan ditangani lebih lanjut.

"Dan kalau kita temukan di tempat-tempat penampungan, akan kita pisahkan dan kita lakukan pengobatan," ungkap Ridho.

Sebelumnya, Sudin KPKP Jakarta Selatan melepas 154 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban di Ruang Antasari Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Sudin KPKP Jakarta Selatan telah memeriksa sebanyak 18.575 ekor hewan kurban selama sepekan menjelang Idul Adha.

Pemeriksaan itu meliputi kelayakan syarat syariat dan kesehatan fisik guna memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular atau zoonosis serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.