Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Lestarikan Sego Lemeng dan Kopi Uthek, Kuliner Masyarakat Osing

📅 Senin, 20 Apr 2026, 12:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Lestarikan Sego Lemeng dan Kopi Uthek, Kuliner Masyarakat Osing Doc: ANTARA
Ket. Warga sajikan sego lemeng dan kopi uthek dalam agenda Janda Reni di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur.

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkomitmen melestarikan ragam kuliner dan salah satunya sego lemeng dan kopi uthek yang menjadi hidangan otentik masyarakat Osing dari Desa Banjar, Kecamatan Licin.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi, Senin (20/4), menyampaikan kuliner sego lemeng dan kopi uthek dari Desa Banjar itu merupakan warisan kuliner kuno yang terus dilestarikan melalui agenda bertajuk "Janda Reni".

"Masyarakat Banyuwangi memiliki akar yang kuat pada tradisi, tidak hanya seni dan budaya, tapi juga kulinernya, karena itu pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melestarikannya dengan membalutnya menjadi sebuah agenda menarik yang sekaligus menjadi atraksi wisata," katanya.

Menurut Ipuk, agenda "Janda Reni" yang digelar pada Sabtu (18/4) malam itu menjadi bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026, dan pada ajang ini masyarakat serta wisatawan dari berbagai daerah bisa menikmati sego lemeng dan kopi uthek yang disediakan oleh warga di sepanjang jalan desa.

"Terima kasih pada seluruh warga yang terus menguri-uri tradisi lokal hingga bisa terus bisa di nikmati dan di rasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar, Sunandi menjelaskan perpaduan kuliner sego lemeng dan kopi uthek bukan sekadar urusan perut, dua sajian ini kaya akan nilai filosofi yang menggambarkan cara pandang hidup masyarakat Osing di Desa Banjar.

"Kopi uthek yang bersanding dengan gula aren mengandung makna pahit manisnya kehidupan, sementara sego lemeng makanan yang menjaga perut tetap kenyang," katanya.

Proses pembuatan sego lemeng memang tergolong unik dan membutuhkan kesabaran ekstra, nasi yang sudah dibumbui dicampur dengan cacahan daging ayam atau ikan tuna cincang sebagai isian utamanya.

Adonan nasi tersebut kemudian dibungkus rapi dengan daun pisang, kemudian dimasukkan ke dalam potongan bambu muda yang masih segar. Penggunaan bambu muda ini dipercaya memberikan aroma dan tekstur yang khas pada hasil akhir nasi nantinya.

Bambu-bambu tersebut kemudian dibakar di atas perapian menggunakan kayu bakar selama kurang lebih empat jam, dan proses pembakaran yang lama ini memastikan kematangan yang sempurna hingga ke bagian terdalam nasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Teknologi AI Harus Digenggam Kaum Muda

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Teknologi AI Harus Digengga...
Daerah
Dirut Bulog Sidak Mitra Mak...

Kaum Muda Didorong untuk Berperan Aktif Membangun Bangsa

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Kaum Muda Didorong untuk Be...
Nasional
Kemkomdigi Buka Diskusi Ind...
Daerah
Banten Coba Atasi Sebanyak ...
Rona
Kinerja Seseorang Bisa Dipe...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.