Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Swasembada, Garut Genjot Produksi Padi Secara Agresif

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Swasembada, Garut Genjot Produksi Padi Secara Agresif Doc: ANTARA/Feri Purnama
Ket. Petani membajak sawah persiapan tanam padi di area pesawahan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/4/2026).

GARUT – Memaksimalkan pemanfaatan dan perluasan lahan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama di tengah tekanan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Namun, pendekatan ini tidak cukup hanya berorientasi pada ekspansi fisik, melainkan harus diimbangi dengan intensifikasi berbasis teknologi, efisiensi input, serta keberlanjutan lingkungan.

Tanpa perencanaan yang terintegrasi, perluasan lahan justru berisiko memicu degradasi ekosistem dan konflik pemanfaatan ruang, sehingga optimalisasi harus diarahkan pada keseimbangan antara produktivitas, daya dukung lingkungan, dan kepentingan ekonomi masyarakat lokal.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menargetkan produksi padi sebanyak 631.490 ton gabah kering giling (GKG) dengan berupaya memaksimalkan pemanfaatan dan peluasan lahan komoditas tersebut di sejumlah daerah dengan target luas tanam 112.314 hektare.

"Target tanaman padi 2026 produksi 631.490 ton GKG," kata Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian di Garut, Minggu (19/4).

Ia menuturkan, Dispertan Garut berupaya megoptimalkan lahan pertanian, khususnya tanaman padi agar bisa tercapai target produksinya di target luas tanam 112.314 hektare dengan produktivitas sebanyak 6 ton GKG per hektare.

Target produksi padi tahun ini, kata dia, lebih besar dibandingkan dengan target produksi tahun 2025 sebesar 485.286 ton GKG, target tersebut terealisasi dengan capaian produksi 736.210,6 ton GKG di luas panen 131.011 hektare.

Ia mengatakan, target yang tercapai tahun sebelumnya itu karena berbagai faktor di antaranya pengaruh realisasi luas panen yang naik, kemudian awal musim hujannya tepat waktu.

"Pengaruh realisasi luas panen yang juga naik signifikan, kemungkinan karena awal musim hujannya tepat waktu," katanya.

Ia berharap target produksi padi tahun ini di tengah ancaman musim kemarau bisa tercapai dengan target luas panennya seluas 106.718 hektare.

Dispertan Garut, kata dia, beberapa upaya yang siap dilaksanakan dalam mencapai target di tengah musim kemarau di antaranya melaksanakan gladi posko untuk melihat kesiapan operasionalisasi pompa air, unit irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, dan sumur dangkal atau dalam.

Selanjutnya, kata dia, Dispertan Garut juga melaksanakan identifikasi sumber-sumber air permukaan apabila terjadi kekeringan, melaksanakan identifikasi sumber-sumber air permukaan yang dapat dieksploitasi.

"Upaya lainnya mengusulkan tambahan pompa air serta unit irigasi perpompaan, optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta cetak sawah rakyat," katanya.

Ia menambahkan, upaya lain untuk meminimalisasi kerugian dampak musim kemarau juga telah disiapkan asuransi pertanian sebagai langkah antisipasi apabila terdampak kekeringan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.