Alcaraz Ingin Kembali Nomor Satu di Barcelona
📅 Rabu, 15 Apr 2026, 06:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBARCELONA - Ambisi bangkit langsung diusung Carlos Alcaraz setelah kekecewaan di Monte Carlo Masters. Petenis muda Spanyol itu kini membidik gelar di Barcelona Open, namun jalur menuju trofi dipastikan tidak mudah.
Alcaraz, 22 tahun, kehilangan posisi puncak peringkat dunia ATP setelah takluk dari rival utamanya, Jannik Sinner, di final Monte Carlo. Kini, dia kembali ke “rumah” di Real Club de Tenis Barcelona-1899 yang berlangsung 11-21 April. Di sini dia dua kali menjadi juara pada tahun 2022 dan 2023, dengan catatan impresif 14 kemenangan dan hanya dua kekalahan.
Meski demikian, undian turnamen menghadirkan tantangan berat. Alcaraz akan memulai langkah menghadapi petenis kualifikasi Otto Virtanen. Jika lolos, dia berpotensi bertemu salah satu mantan pemain Top 20, Sebastian Baez atau Tomas Machac.
Rintangan semakin terjal di fase berikutnya. Unggulan kelima Andrey Rublev berpeluang mengadang di perempat final. Jika menang kemungkinan laga melawan Alex de Minaur di semifinal. De Minaur bukan lawan asing bagi Alcaraz, yang pernah dia kalahkan secara dramatis pada edisi 2022 dalam perjalanan menuju gelar pertamanya di Barcelona.
Di bagian undian lain, unggulan kedua Lorenzo Musetti akan menghadapi petenis muda tuan rumah Martin Landaluce. Sementara itu, generasi muda Spanyol lainnya seperti Rafael Jodar juga siap mencuri perhatian. Nama-nama berpengalaman seperti Karen Khachanov, Cameron Norrie, dan Stan Wawrinka turut meramaikan persaingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya fokus pada jalur turnamen, Alcaraz juga menyoroti rivalitasnya dengan Sinner. Dia mengakui persaingan menuju peringkat satu dunia menjadi sumber motivasi tambahan. “Pertarungan untuk nomor satu antara saya dan Jannik sangat indah. Itu memberi dorongan ekstra,” ujarnya.
Menurut Alcaraz, kehadiran Sinner membuatnya terus berkembang. “Dia membuat saya lebih baik, membantu memahami kelemahan dan yang harus ditingkatkan di setiap latihan,” sambung peraih tujuh gelar Grand Slam itu. Meski mengakui kualitas Sinner yang terus berkembang, terutama di lapangan tanah liat, Alcaraz menilai persaingan keduanya sangat seimbang di semua permukaan. “Saat kami bertemu, tidak ada favorit, di rumput, lapangan keras atau tanah liat,” tandasnya. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!