Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Premanisme Ibu Kota Mesti Bisa Ditekan

8 Selasa, 14 Apr 2026, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Premanisme Ibu Kota Mesti Bisa Ditekan Premanisme Ibu Kota Mesti Bisa Ditekan Doc: ANTARA/HO-DPRD DKi Jakarta
Ket. Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth saat mengikuti rapat di DPRD DKI Jakarta.

JAKARTA – Beberapa waktu lalu Jakarta dianggap Kota Teraman Kedua di Asean setelah Singapura. Tapi aksi premanisme di Jakarta terus berlangsung dan makin marak, termasuk pemalakan. Untuk itu, anggota DPRD Jakarta, Hardiyanto Kenneth, minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) memperkuat pengawasan di titik-titik rawan, khususnya di kawasan Tanah Abang, untuk menekan aksi-aksi premanisme.

“Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan kepolisian harus turun tangan. Mereka mesti patroli rutin untuk menindak preman agar jera,” kata Kenneth, Senin. Dia mengatakan ini untuk menanggapi maraknya aksi premanisme di Jakarta yang makin marak. Kenneth menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras terhadap aksi pemalakan yang dialami sopir bajaj di Tanah Abang.

Menurutnya, praktik pungutan liar (pungli) tersebut sangat merugikan para pengemudi kecil yang menggantungkan hidup pada penghasilan harian. Ia juga menilai kejadian tersebut mencoreng upaya penataan kawasan yang dilakukan Pemprov. “Ini jelas merugikan rakyat kecil dan tidak boleh dibiarkan. Tanah Abang adalah kawasan strategis, sehingga harus bebas dari praktik-praktik premanisme,” ujarnya.

Untuk itu, Kenneth minta Pemprov berkolaborasi dengan kepolisian untuk menindak tegas pemalak karena masuk dalam kategori tindak pidana. Dia juga minta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperkuat pengawasan titik-titik rawan parkir liar, khususnya Tanah Abang.

Menurut Kenneth ia, Satpol PP memiliki peran penting dalam menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum. “Satpol PP harus lebih aktif lagi dalam menertibkan parkir liar. Pastikan hanya parkir resmi yang beroperasi. Kalau ada yang memungut di luar sistem, harus langsung ditindak,” katanya.

Kenneth juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intens antara Pemerintah DKI Jakarta, Kepolisian, dan Satpol PP agar penanganan pungutan liar bisa berjalan efektif dan berkelanjutan. Dia menuturkan, penataan parkir tidak hanya berkaitan dengan ketertiban, tetapi juga menyangkut rasa aman dan keadilan bagi masyarakat Jakarta.

“Kita ingin sopir bajaj dan masyarakat merasa aman. Tidak ada lagi tekanan atau pungutan yang tidak jelas. Ini soal keberpihakan kepada rakyat kecil,” katanya. Kenneth menambahkan bahwa salah satu penyebab maraknya pungutan liar karena belum tertatanya sistem parkir secara menyeluruh dan transparan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
PT KAI Operasikan KA Pandaw...
Nasional
Kemenkes Perkuat Kualitas S...

Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026.

54 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Kemnaker Jelaskan Persyarat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.