Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Dorong Peningkatan Pertumbuhan di Sektor Asuransi dan Dana Pensiun

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh:
OJK Dorong Peningkatan Pertumbuhan di Sektor Asuransi dan Dana Pensiun Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan sektor perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP) guna menopang target pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dilakukan melalui penguatan regulasi, tata kelola, serta pengawasan berbasis risiko.

Kepala Eksekutif Pengawas PPDP OJK, Ogi Prastomiyono, menegaskan sektor-sektor tersebut berperan strategis dalam perekonomian. “Tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga menjadi pilar stabilitas dan akselerator pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar dia, Senin (13/4).

Ogi menambahkan sektor PPDP juga berperan sebagai pengelola risiko sekaligus investor institusional. Menurut dia, hal ini penting untuk mendukung pembiayaan jangka panjang, termasuk bagi UMKM dan sektor produktif.

Ke depan OJK menargetkan pertumbuhan industri asuransi dapat melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan target pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5 hingga 8 persen, industri asuransi ditargetkan tumbuh 5 hingga 7 persen per tahun.

Sementara itu, aset dana pensiun diharapkan tumbuh lebih tinggi yakni sekitar 10 hingga 12 persen per tahun. Namun, untuk mencapai target RPJMN 2029, pertumbuhan asuransi diperkirakan perlu meningkat hingga 7 sampai 9 persen.

Bahkan, sektor dana pensiun ditargetkan mampu tumbuh lebih agresif hingga 23 sampai 25 persen per tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya peran industri PPDP dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Hingga Februari 2026 total aset sektor PPDP telah mencapai Rp2.992 triliun. Ini berarti tumbuh 9,94 persen secara tahunan dengan nilai investasi mencapai Rp2.313 triliun.

OJK menilai penguatan kebijakan yang terarah diperlukan agar industri tetap stabil di tengah dinamika global. Ini juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi sektor PPDP terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, pelaku industri menilai penguatan peran asuransi harus diikuti perbaikan kualitas bisnis. Industri asuransi kini tidak lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan premi.

Direktur Utama PT Asuransi ASEI Indonesia, Dody Dalimunthe, mengatakan industri kini lebih fokus pada keberlanjutan bisnis. Menurut dia, pendekatan ini penting untuk menjaga kesehatan industri secara jangka panjang.

“Ke depan industri asuransi tidak lagi mengejar premi besar, tapi fokus pada kualitas bisnis dan keberlanjutan,” ujar dia. “Ini penting agar industri tetap sehat dan mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat.” ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...
Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...
Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.