Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan Krisis Pangan dengan Tradisi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Andalkan Kora Inasua

24 Selasa, 14 Apr 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lawan Krisis Pangan dengan Tradisi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Andalkan Kora Inasua Lawan Krisis Pangan dengan Tradisi, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Andalkan Kora Inasua Doc: ANTARA/ Dedy Azis
Ket. Produk kuliner tradisional Inasua merupakan ikan fermentasi khas masyarakat Teon Nila Serua (TNS), Maluku Tengah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2015.

AMBON – Penguatan budaya pangan lokal berbasis tradisi menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus melestarikan identitas kultural.

Praktik konsumsi yang berakar pada kearifan lokal—seperti pemanfaatan bahan pangan setempat dan pola makan turun-temurun—tidak hanya memperkaya diversifikasi pangan, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada komoditas impor yang rentan terhadap gejolak global.

Secara analitis, revitalisasi pangan lokal membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari edukasi masyarakat, penguatan rantai pasok, hingga inovasi pengolahan agar tetap relevan dengan selera modern.

Tanpa itu, pangan tradisional berisiko terpinggirkan oleh arus industrialisasi dan homogenisasi konsumsi.

Dengan pengelolaan yang tepat, budaya pangan lokal justru dapat menjadi pilar ekonomi daerah sekaligus instrumen keberlanjutan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) memperkuat budaya pangan lokal berbasis tradisi melalui penyelenggaraan Festival Kor’a Inasua di Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) sebagai upaya menjaga keberlanjutan budaya sekaligus sumber daya laut.

Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir di Maluku Tengah, Selasa (14/4), mengatakan, penguatan budaya pangan lokal seperti inasua harus berjalan seiring dengan pelestarian sumber daya alam, khususnya ekosistem laut.

“Sebagai pangan tradisional, inasua menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir di Maluku, khususnya TNS. Dalam hal ini, menjaga laut berkorelasi langsung antara kelestarian lingkungan dengan keberlanjutan budaya dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Festival ini, kata dia, menjadi ruang ekspresi budaya, edukasi konservasi, dan penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan pangan tradisional inasua.

Inasua merupakan produk kuliner tradisional berupa ikan fermentasi khas masyarakat TNS yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak 2015.

Produk ini dihasilkan melalui metode pengawetan ikan menggunakan garam, yang berkembang sebagai solusi pemenuhan pangan saat musim angin.

Selain mencerminkan kearifan lokal dalam pengelolaan hasil laut, inasua juga menegaskan pentingnya menjaga kesehatan ekosistem laut sebagai sumber bahan baku, termasuk ikan laut dalam seperti ikan gindara (Ruvettus pretiosus).

Menurutnya penguatan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan, menjadi fokus utama melalui berbagai pelatihan.

Kegiatan itu mencakup peningkatan kualitas produksi inasua yang higienis dan aman konsumsi, literasi keuangan, hingga pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Selain itu, generasi muda juga dilibatkan melalui edukasi lingkungan, lomba konten media sosial, serta permainan berbasis konservasi guna menumbuhkan kesadaran menjaga laut sejak dini.

Camat Teon Nila Serua Ronald Wonmaly menilai festival ini menjadi momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga praktik pemanfaatan sumber daya laut secara bijak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sulut Juara Umum Kejurnas P...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.