Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WFH ASN Bandung Dievaluasi, 137 Pegawai Tercatat Keluar Radius Kerja

📅 Senin, 13 Apr 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
WFH ASN Bandung Dievaluasi, 137 Pegawai Tercatat Keluar Radius Kerja Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bandung, Evi Hendarin saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (13/4).

Kota Bandung - Pemerintah Kota Bandung memastikan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat berjalan disiplin dan optimal.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bandung, Evi Hendarin mengatakan bahwa secara umum ASN tidak mengalami kendala dalam penerapan WFH pada Jumat (10/4).

“Bahwa secara umum ASN tidak mengalami kendala dalam penerapan sistem ini, mengingat mekanisme presensi digital telah digunakan sebelumnya pada skema kerja dari kantor (work from office/WFO),” kata Evi di Bandung, Senin (13/4).

Evi menyebut sebanyak 1.354 ASN tercatat menjalankan skema kerja WFH dan dalam pelaksanaannya, setiap pegawai diwajibkan melakukan presensi tiga kali sehari melalui aplikasi Gercep Asik Mobile dengan sistem berbasis lokasi (geo-location).

“Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menjaga produktivitas ASN meskipun bekerja dari rumah,” ujarnya.

Ia menyampaikan berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan terdapat 137 ASN yang teridentifikasi melakukan mobilitas di luar radius lokasi yang ditentukan selama jam kerja.

Terhadap temuan tersebut, Pemkot Bandung akan melakukan pembinaan serta penegakan aturan, termasuk pemberlakuan pengurangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN yang tidak memenuhi ketentuan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kebijakan WFH merupakan bagian dari transformasi budaya kerja birokrasi yang lebih modern dan berbasis kinerja.

“WFH bukan hanya soal bekerja dari rumah, tetapi bagaimana kinerja tetap terukur, disiplin terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak menurun,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitas, baik dari sisi kinerja ASN maupun dampaknya terhadap efisiensi energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
FAO Serukan Kerja Sama Glob...
Luar Negeri
OPEC Proyeksikan Permintaan...
Luar Negeri
Bank of America Didenda $1,...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.