Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus Leo Tegaskan Perang Harus Berakhir

📅 Senin, 13 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Paus Leo Tegaskan Perang Harus Berakhir Doc: istimewa
Ket. Paus Leo XIV

VATIKAN CITY – Paus Leo mengecam para pendukung perang dan menyerukan kepada miliaran orang di seluruh dunia untuk kembali merangkul perdamaian serta “percaya sekali lagi pada cinta, moderasi, dan politik yang baik”.

Dilansir Channel NewsAsia, dalam salah satu seruannya yang paling kuat untuk mengakhiri konflik yang berkecamuk di Timur Tengah, Paus asal Amerika Serikat itu menegaskan bahwa iman dibutuhkan “untuk menghadapi saat-saat dramatis dalam sejarah ini bersama-sama”.

“Cukup sudah penyembahan diri dan uang! Cukup sudah pameran kekuasaan! Cukup sudah perang! Kekuatan sejati ditunjukkan dalam melayani kehidupan,” ujar Paus Leo dalam pidatonya saat doa bersama untuk perdamaian di Basilika Santo Petrus, Sabtu (11/4).

Meski disampaikan dengan nada tenang dan terukur, seperti gaya khas pemimpin umat Katolik yang dikenal lembut, pernyataan Paus berusia 70 tahun itu menjadi salah satu kritik paling tajam terhadap gelombang konflik global yang terus meningkat.

“Saudara-saudari terkasih, tentu ada tanggung jawab yang mengikat yang dibebankan kepada para pemimpin negara. Kepada mereka kami berseru: Hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat persenjataan ulang direncanakan dan tindakan mematikan diputuskan!” katanya.

Seperti dalam pernyataan-pernyataannya sebelumnya, Paus Leo tidak menyebutkan nama negara atau tokoh politik tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada di tangan para pemimpin, tetapi juga masyarakat luas yang menolak perang.

Ia mengajak semua pihak untuk membangun “Kerajaan perdamaian” dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas sosial dan keagamaan.

“Sebuah Kerajaan yang melawan polemik dan keputusasaan melalui persahabatan dan budaya perjumpaan. Marilah kita percaya sekali lagi pada cinta, moderasi, dan politik yang baik,” ujarnya.

Paus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai benteng melawan ilusi kekuasaan yang semakin agresif dan tidak terduga. Dalam visinya, dunia yang damai adalah dunia tanpa kekerasan dan tanpa kepentingan yang merugikan pihak lain.

“Tanpa pedang, tanpa pesawat tak berawak, tanpa pembalasan, tanpa penyepelehan kejahatan, tanpa keuntungan yang tidak adil, tetapi hanya martabat, pengertian, dan pengampunan,” katanya.

Situasi Mengkhawatirkan

Paus Leo juga melukiskan kondisi dunia saat ini sebagai situasi yang mengkhawatirkan, di mana konflik terus merenggut nyawa tanpa memperhatikan nilai keadilan dan belas kasih.

“Di mana tampaknya tidak pernah ada cukup kuburan, karena orang terus menyalibkan satu sama lain dan menghilangkan kehidupan, tanpa memperhatikan keadilan dan belas kasihan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Daerah
Dua Petugas PLN Gadungan Pe...
Ekonomi
Belasan Orang Diamankan dal...

Mawar de Jongh Rilis Single Terbaru “Oh Semoga”

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mawar de Jongh Rilis Single...
Advertisement
KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.