Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permainan Tradisional Perlu Digiatkan Sekolah dan Ortu untuk Lindungi dan Minimalisir Anak Main Medsos

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 17:53 WIB | Oleh:
Permainan Tradisional Perlu Digiatkan Sekolah dan Ortu untuk Lindungi dan Minimalisir Anak Main Medsos Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Sejumlah anak sedang bermain bakiak di sekolah yang merupakan salah satu permainan tradisional.

TANGERANG, BANTEN - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kota Tangerang, Banten menilai permainan tradisional di sekolah bisa menjadi aktivitas alternatif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif ketergantungan media sosial.

"Kami sudah mengusulkan masuknya permainan tradisional dalam agenda kurikulum pendidikan di Kota Tangerang. Ini juga sejalan dengan program Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas) agar lebih banyak interaksi sosial," kata Ketua Kormi Kota Tangerang Sulfi Afriadi dalam keterangan di Tangerang, Minggu (12/4).

Sulfi menuturkan sejumlah permainan tradisional yang mulai banyak disukai anak-anak dalam kegiatan sosialisasi, di antaranya bakiak, egrang, ketapel, dan masih banyak yang lainnya.

"Sejauh ini, anak-anak banyak yang tertarik, bahkan mereka berharap permainan ini ada di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, usulan ke Dinas Pendidikan agar menjadi bagian dari muatan lokal dan ekstra kurikuler," kata dia.

Sejalan dengan itu, Kormi Kota Tangerang menilai permainan tradisional mempunyai manfaat yang besar dalam proses pendidikan dan pembinaan karakter bagi generasi muda di Kota Tangerang.

Apalagi, permainan tradisional mampu dioptimalkan sebagai aktivitas alternatif untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif ketergantungan media sosial yang sejalan dengan substansi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas Nomor 17 Tahun 2025 yang mendorong pembatasan akses konten, data pribadi, dan keamanan digital bagi anak-anak yang belum lama ini diterapkan.

Kormi Kota Tangerang berharap usulan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sebagai kolaborasi untuk mencetak generasi muda daerah itu lebih unggul dan berprestasi.

”Permainan tradisional ini banyak manfaatnya sebagai ruang perkembangan psikis anak melalui interaksi sosial yang menarik sebelum mereka terjun ke lingkungan masyarakat lebih luas,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Megapolitan
Pelaku Bisnis Wisata Terus ...

Banten Sekolah dari Rumah Sampai Besok

33 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Banten Sekolah dari Rumah S...
Megapolitan
Klinik Eksekutif RSUD Jadi ...
Luar Negeri
Utang Tembus Rekor, Prancis...
Luar Negeri
Antonio Guterres Soroti Kri...
Nasional
Reformasi Pemilu Jadi Kunci...
Nasional
Kerugian Iklim Melonjak, RU...
Olahraga
Indonesia Berharap Bisa Mer...
Nasional
Mendag Dorong UMKM Tembus P...
Advertisement
Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.