Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian Perhubungan Dukung Teknologi Keselamatan Kendaraan, Tekan Angka Kecelakaan Motor

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 06:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian Perhubungan Dukung Teknologi Keselamatan Kendaraan, Tekan Angka Kecelakaan Motor Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Kecelakaan sepeda motor.

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan terbuka terhadap penerapan teknologi keselamatan kendaraan guna meningkatkan perlindungan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan di Indonesia, terutama sepeda motor.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Yusuf Nugroho menegaskan, pemerintah mendukung adopsi teknologi keselamatan yang berkembang secara global.

“Pemerintah terbuka terhadap penerapan teknologi keselamatan yang berkembang secara global,” kata Yusuf dalam diskusi bertajuk 'Pendalaman Substansi Pilar Kendaraan Berkeselamatan pada Kendaraan Kecil' sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (11/4).

Menurut Yusuf, keberadaan fitur keselamatan pada kendaraan memiliki peran penting dalam memitigasi kesalahan manusia, khususnya pada sepeda motor dan kendaraan kecil yang mendominasi lalu lintas.

Ia menekankan, dukungan terhadap teknologi keselamatan harus diimbangi dengan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.

“Intinya pemerintah mendukung semua aspek teknologi yang mendukung keselamatan berkendara, namun harus bisa adaptif dengan perkembangan teknologi yang digunakan untuk keselamatan,” ujarnya.

Meski demikian, Yusuf mengakui kerangka regulasi dan arah kebijakan yang ada saat ini masih perlu diterjemahkan ke dalam standar yang lebih konkret agar implementasinya dapat berjalan optimal.

Ia menilai, penguatan standar tersebut penting mengingat berbagai riset menunjukkan intervensi pada aspek kendaraan mampu memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan.

Berdasarkan studi Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia (POLAR UI), lanjut Yusuf, sistem pengereman yang lebih stabil berpotensi menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun.

Di sejumlah negara, termasuk kawasan ASEAN dan India, teknologi keselamatan sepeda motor telah diterapkan sebagai standar minimum, sementara di Indonesia masih dalam tahap pengembangan meski urgensinya semakin meningkat.

Perlu Intervensi

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia Rio Octaviano menyatakan setiap jam dua hingga tiga orang meninggal di jalan raya, mayoritas pengendara sepeda motor, sehingga diperlukan intervensi serius segera.

Ia menyoroti ironi kecelakaan yang kerap terjadi saat kondisi jalan dianggap aman, seperti jalan lurus, cuaca cerah, serta visibilitas baik, yang justru meningkatkan rasa percaya diri berlebih pengendara.

Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kecelakaan bukan semata akibat kelalaian individu, melainkan mencerminkan sistem keselamatan yang belum bekerja optimal dalam mengantisipasi risiko secara menyeluruh di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.