Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Jatim Libatkan Unibraw untuk Identifikasi Risiko Tanah Longsor di Trenggalek

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Jatim Libatkan Unibraw untuk Identifikasi Risiko Tanah Longsor di Trenggalek Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Jawa Timur melibatkan Universitas Brawijaya (Unibraw) dalam upaya identifikasi dan mitigasi risiko tanah longsor di wilayah Trenggalek.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana menurunkan tim ahli dari Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengidentifikasi potensi kerawanan tanah longsor di Dusun Kebonagung, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.

Rencana tersebut disampaikan Khofifah, di Trenggalek, Kamis, menyusul kekhawatiran adanya aliran air bawah tanah yang dapat memicu longsor susulan dan membahayakan warga.

"Pemprov Jatim akan membawa tim dari Universitas Brawijaya yang memiliki alat canggih untuk mendeteksi titik-titik rawan, termasuk indikasi adanya aliran air di bawah permukaan. Kalau intensitas hujan tinggi, jalan bisa terbelah," ujarnya.

Menurut dia, keberadaan tim ahli ini penting untuk mendukung upaya mitigasi bencana secara terpadu.

Selain memetakan zona rawan, hasil identifikasi akan menjadi dasar relokasi warga yang masih tinggal di sekitar lokasi longsor.

Di sejumlah titik, telah dipasang bendera semaphore sebagai penanda kawasan rawan longsor.

Pemerintah mengupayakan agar proses relokasi bisa dilakukan secepatnya, namun tetap mempertimbangkan akses warga terhadap sumber penghidupan.

"Titik relokasi sedang kami identifikasi agar tidak terlalu jauh dari mata pencaharian warga. Kalau lokasinya sesuai, pembangunan hunian bisa segera dilakukan," kata Khofifah.

Pemprov Jatim, lanjut dia, siap memfasilitasi pembangunan rumah hunian di lokasi baru.

Salah satu opsi adalah memanfaatkan lahan milik Pemprov yang sebelumnya digunakan untuk pelatihan oleh Dinas Pertanian.

Namun, proses relokasi tetap membutuhkan pendekatan sosial dan komunikasi intensif dengan warga terdampak maupun masyarakat sekitar.

"Tanah itu riwayat. Harus ada dialog dari hati ke hati, karena ini menyangkut sejarah hidup mereka. Tidak mudah memutuskan relokasi tanpa komunikasi yang baik," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa pencarian korban masih terus dilakukan.

Kapolres Trenggalek telah menurunkan anjing pelacak untuk membantu proses evakuasi, sementara tim Inafis juga dikerahkan ke lokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.