Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jajaran Pemkot Jakbar Diimbau Tak Rekayasa Tindak Lanjut Layanan Cepat Respon Masyarakat

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 07:23 WIB | Oleh:
Jajaran Pemkot Jakbar Diimbau Tak Rekayasa Tindak Lanjut Layanan Cepat Respon Masyarakat Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat (Jakbar) Firmanudin Ibrahim

JAKARTA - Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat (Jakbar) Firmanudin Ibrahim mengimbau jajarannya agar tidak merekayasa tindak lanjut laporan warga pada layanan Cepat Respon Masyarakat (CRM) atau kanal pengaduan Jakarta Kini (JAKI).

Imbauan itu disampaikan menyusul rekayasa laporan yang menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

“Ini penekanan dari Ibu wali kota bahwa untuk laporan berkaitan dengan tindak lanjut CRM itu, jangan ada rekayasa,” kata Firman saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/4).

Dia menegaskan agar seluruh jajaran lebih berhati-hati dalam bertindak sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti yang dilakukan PPSU di Jakarta Timur, yang merespons pengaduan dengan AI.

“Saya minta Pak Camat, Pak Lurah, UKPD (Unit Kerja Perangkat Daerah) masing masing lebih hati-hati dan perlu pengawasan langsung. Jangan sampai terjadi di Jakarta Barat,” tegas Firmanudin.

Lebih lanjut, dia juga mengimbau agar para pimpinan mengawasi pegawai di unitnya masing masing untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan, termasuk penggunaan kendaraan dinas operasional pelat merah atau aset pemerintah lainnya.

“Jadi, ini bentuk pembelajaran buat kita semua. Di tempat kita tidak terjadi, bisa saja terjadi. Bapak, Ibu lurah, kan nggak tahu dengan kesibukan yang ada. Pak Gubernur konsen sekali berkaitan dengan hal ini. Jadi, saya tekankan kepada teman-teman semua,” tandas Firmanudin.

Menurut dia, pelayanan masyarakat merupakan kewajiban seluruh aparatur sipil negara (ASN).

“Ini kewajiban kita, kerjaan kita sehari-hari yang perlu kita lakukan. Tindak lanjuti, tidak ada rekayasa, dan memang betul-betul di zaman saat ini, zaman yang terang, kelihatan. Kita mau bertindak seperti apa, itu kan bisa terlihat," ungkap Firman.

"Ini mesti kita jaga, saat kita menggunakan aset-aset ataupun fasilitas dari pemerintah, itu betul-betul dijaga. Kita harus lebih hati-hati, dan juga temperamen kita harus dijaga,” tambahnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.