Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

12 Hoaks terkait Papua Bertujuan Memecah Belah, Diskominfo Minta Masyarakat Waspada

📅 Selasa, 04 Agu 2026, 13:10 WIB | Oleh:
12 Hoaks terkait Papua Bertujuan Memecah Belah, Diskominfo Minta Masyarakat Waspada Doc: antara foto
Ket. Kepala Diskominfo Papua Jeri Agus Yudianto di Jayapura, Senin (3/8).

JAKARTA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua mencatat sebanyak 12 hoaks yang berkaitan dengan Papua beredar di ruang digital sepanjang Januari hingga Juli 2026, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi.

Kepala Diskominfo Papua Jeri Agus Yudianto di Jayapura, Senin (3/8), mengatakan penyebaran informasi palsu atau hoaks masih menjadi ancaman serius karena berpotensi menimbulkan keresahan, memecah belah masyarakat, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi resmi pemerintah.

"Sepanjang Januari hingga Juli 2026 kami mencatat terdapat 12 isu hoaks yang berkaitan dengan Papua. Karena itu masyarakat harus lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya," kata Jeri.

Menurut Jeri, sejumlah hoaks yang beredar mencakup isu keamanan, pemerintahan, bantuan sosial, akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, hingga informasi pelayanan publik yang menyesatkan.

"Beberapa isu hoaks yang sempat beredar antara lain informasi mengenai penangkapan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Warga Negara Asing (WNA), rencana pemindahan satu juta warga Israel ke Papua, keberadaan pangkalan militer asing di Papua, undian berhadiah Bank Papua, bantuan melalui aplikasi WhatsApp yang mengatasnamakan Gubernur Papua, bantuan senilai Rp147 miliar, serta informasi palsu mengenai penetapan hari libur khusus untuk menyaksikan Final Piala Dunia 2026," ujarnya.

Oleh sebab itu pihaknya terus memperkuat pemantauan ruang digital, melakukan klarifikasi terhadap informasi yang tidak benar, serta meningkatkan edukasi literasi digital kepada masyarakat agar semakin cerdas dalam memilah informasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah, media massa yang kredibel, maupun layanan cek fakta sebelum menyebarluaskan informasi," katanya.

Dia menambahkan setiap warga memiliki tanggung jawab menjaga ruang digital tetap sehat. Biasakan melakukan cek fakta dan menerapkan prinsip saring sebelum sharing agar penyebaran hoaks dapat dihentikan.

"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, media massa, komunitas, tokoh masyarakat, dan seluruh warga dapat menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, serta mendukung terwujudnya masyarakat Papua yang kritis dan terlindungi dari ancaman disinformasi," ujar Jeri Agus Yudianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.