Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek Tegaskan Terduga Pelaku Pemalsuan Riset Bukan Dosen Aktif

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 20:38 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek Tegaskan Terduga Pelaku Pemalsuan Riset Bukan Dosen Aktif Doc: Dokumentasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains,
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto

JAKARTA – Para terduga pelaku kasus pemalsuan data penelitian yang tengah ramai diperbincangkan dipastikan bukan merupakan dosen aktif. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, yang disampaikan pada Kamis (28/5).

“Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen aktif,” ujar dia.

Meski begitu, Brian menegaskan persoalan ini tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi terhadap ekosistem riset nasional.

Mendiktisaintek menegaskan Indonesia sudah memiliki sistem komite etik dan penjaminan mutu untuk memproses pelanggaran semacam ini. Menurut dia, setiap dugaan akan diverifikasi secara objektif serta memberi ruang klarifikasi bagi pihak terkait.

Kasus pemalsuan penelitian itu berlangsung pada sebuah simposium internasional tentang penyakit pneumonia di Kopenhagen Denmark, 17-21 Mei 2026. Menurut Brian, dia telah mengantongi tiga nama terduga pelaku yaitu Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengatakan tindakan manipulasi akademik sangat mencederai integritas ilmuwan Indonesia. "Kami tentu sangat prihatin atas dugaan skandal riset palsu yang melibatkan WNI di forum ilmiah internasional,” ujar dia.

Politisi PKB itu menambahkan manipulasi data untuk menghasilkan riset fiktif ini bukan hanya pelanggaran terhadap etika akademik. “Hal itu juga dapat mencoreng nama baik Indonesia," ujar dia.

Lalu menambahkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia akademik seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas riset. “Bukan justru digunakan untuk memanipulasi sebuah karya ilmiah,” ujar dia.

Sebagai langkah antisipasi, Lalu meminta pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga riset memperketat pengawasan dan tata kelola integritas akademik. “Jangan sampai tindakan segelintir oknum merusak kepercayaan internasional terhadap akademisi dan peneliti Indonesia yang jujur dan profesional,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
Nasional
Jadwal TKA untuk Jenjang SM...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.