Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Maluku Cegah Peredaran 825 kg Merkuri Ilegal

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Polda Maluku Cegah Peredaran 825 kg Merkuri Ilegal Doc: ANTARA/HO-Polda Maluku
Ket. Barang bukti berupa 33 karung berisi botol-botol diduga berisi merkuri dengan total berat sekitar 825 kilogram, yang berhasil disita polisi, di Ambon.

AMBOn -- Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggagalkan peredaran 825 kilogram merkuri ilegal dan menangkap dua terduga pelaku di kawasan Jalan Lintas Provinsi, samping Bandara Pattimura Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi di Ambon, Rabu (6/5), mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberantas peredaran bahan berbahaya.

"Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran bahan berbahaya yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat," katanya.

Pengungkapan dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) melalui Subdit IV Tipidter pada Sabtu dini hari, 1 Mei 2026 sekitar pukul 01.50 WIT.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait aktivitas pemuatan merkuri di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat melakukan penyelidikan dan menemukan dugaan aktivitas penguasaan, penyimpanan, dan pengangkutan merkuri tanpa izin resmi.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap dua terduga pelaku berinisial EK (56) dan ST (44). EK diduga berperan menguasai dan menyimpan merkuri, sedangkan ST diduga mengangkut barang menggunakan mobil pick up.

Polisi menyita 33 karung berisi botol yang diduga mengandung merkuri dengan total berat sekitar 825 kilogram.

Selain itu, polisi turut menyita dua unit telepon genggam, satu buku catatan, dokumen kendaraan, dan satu unit mobil pick up berwarna hitam. 

"Kapolda Maluku memberikan perhatian serius terhadap aktivitas pendistribusian bahan berbahaya seperti merkuri. Tidak ada ruang bagi aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat," ujarnya.

Saat ini kedua tersangka ditahan di Rutan Polda Maluku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Keduanya dipersangkakan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara junto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp100 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.