Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Khofifah Optimistis LKS Dikmen Tumbuhkan Talenta Unggul Jatim

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 16:43 WIB | Oleh:
Gubernur Khofifah Optimistis LKS Dikmen Tumbuhkan Talenta Unggul Jatim Doc: antara foto
Ket. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa optimistis Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026 menumbuhkan semangat juara talenta unggul Jatim.

“LKS ini penting untuk kita bisa melakukan seleksi dari kompetensi anak-anak siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur. Kalau sebelumnya LKS ini hanya untuk SMK, tahun 2026 di Jawa Timur kita juga menyertakan SMA dan Madrasah Aliyah,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat (10/4).

Ia mendorong pelibatan lintas jenjang pendidikan diadopsi hingga tingkat nasional agar memberi ruang lebih luas bagi siswa menunjukkan kompetensi di berbagai bidang.

“Saya mengusulkan kalau memang memungkinkan, pelibatan SMA dan Aliyah di tingkat nasional akan memberi ruang lebih luas bagi anak-anak untuk menunjukkan kompetensinya, apalagi bidang yang dilombakan cukup banyak, ada 56 bidang,” usulnya.

Menurut Khofifah, LKS tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk mengukur dan membuktikan kualitas talenta vokasi Jatim.

“Saya melihat wajah-wajah masa depan yang siap melangkah lebih jauh, membawa Jawa Timur berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global,” ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan Jatim meraih juara umum LKS nasional tiga tahun berturut-turut sebagai hasil pembinaan terstruktur dan berkelanjutan.

“Jawa Timur sudah hattrick tiga tahun berturut-turut juara umum LKS. Tentu kita menargetkan tahun ini bisa juara umum lagi,” katanya.

Menurut dia, dalam tiga tahun, tiga kali back-to-back bukanlah kebetulan, namun karena sistem yang bekerja.

Khofifah juga menyoroti kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar siap kerja, termasuk melalui magang sejak dini dan penguatan aspek psikososial.

“Di SMK ini kita melakukan banyak improvement. Siswa-siswa sudah mulai magang dan mengenali dunia kerja sejak dini, bahkan sejak kelas 11 banyak yang sudah ‘diinden’,” ujarnya.

Oleh karena itu Pemprov Jatim ingin terus meningkatkan skill mereka, sekaligus memastikan kesiapan tersebut diikuti dengan kematangan psiko-sosial.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) dalam menentukan standar kompetensi lulusan melalui proses magang dan pelatihan kerja.

“Standar dan kompetensi itu ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena itu kita sangat melibatkan Dudika,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.