Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Dorong Investasi Peternakan di Wonosobo Jadi Sentra Susu

📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 21:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Dorong Investasi Peternakan di Wonosobo Jadi Sentra Susu Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyalami peserta lomba sapi di Wonosobo, Sabtu (25/4/2026).

WONOSOBO – Kementerian Pertanian mendorong investasi di subsektor peternakan, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk menjadi sentra baru sapi perah dan pedaging nasional.

"Peluang investasi di subsektor peternakan saat ini sangat terbuka lebar, terutama untuk sapi perah dan sapi pedaging," kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Wonosobo, Sabtu (25/4), saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kontes Sapi Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Piala Ketua MPR RI di Wonosobo.

Oleh karena itu, pihaknya mengundang investasi di bidang peternakan karena jika seseorang memelihara sapi perah, maka susu dan dagingnya pasti laku.

Menurut dia, kebutuhan susu nasional terus meningkat dan hampir seluruh sentra peternakan susu saat ini sudah terserap untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Sekarang semua sentra peternakan susu terserap untuk kebutuhan MBG. Ini kesempatan baik," katanya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani, menegaskan kebutuhan susu segar dalam negeri masih sangat besar.

"Kebutuhan sapi perah masih cukup besar. Kemampuan hanya 25 persen, ada 75 persen pasar dimungkinkan untuk memenuhi pasar susu segar dalam negeri," katanya. 

Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan semakin meningkatkan kebutuhan susu nasional, sehingga daerah seperti Wonosobo perlu dipersiapkan menjadi pusat produksi susu segar.

"Saya berharap Wonosobo bisa menjadi sentra pemenuhan susu segar. Diharapkan Wonosobo dalam tahun-tahun mendatang menjadi sentra susu nasional. Perlu ada investasi," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi, menyampaikan, produksi daging di Jawa Tengah sudah mendekati 980 ribu ton dan cukup untuk menopang kebutuhan nasional. Namun, produksi susu masih menjadi tantangan tersendiri.

“Yang tidak cukup adalah susu,” katanya.

Karena itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan populasi sapi perah dan penguatan kesehatan hewan untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit.

Pemerintah optimistis investasi peternakan akan semakin berkembang, memperkuat kesejahteraan peternak, sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu nasional jika ada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan dunia usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.