Data Satelit Menunjukkan Bumi Semakin Terang di Malam Hari
📅 Jumat, 10 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiDi kawasan Eropa, kecerahan malam hari justru menurun sekitar 4 persen. Penurunan ini dipicu oleh kebijakan efisiensi energi, transisi ke lampu LED yang lebih hemat, serta program konservasi langit gelap.
Zhu menyebut Prancis sebagai salah satu pelopor kebijakan tersebut. Rekan peneliti Christopher Kyba menilai langkah mematikan lampu jalan pada malam hari di Prancis menjadi contoh nyata pengendalian polusi cahaya.
Sementara itu, AS mencatat peningkatan bersih sekitar 6 persen, namun dengan variasi regional yang cukup kontras. Wilayah Pantai Barat cenderung semakin terang seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi, sedangkan beberapa wilayah Pantai Timur dan Barat Tengah mengalami peredupan akibat perubahan struktur ekonomi dan penerapan sistem pencahayaan hemat energi.
Penelitian ini juga menyoroti dampak polusi cahaya terhadap lingkungan. Cahaya buatan yang berlebihan dapat mengganggu ekosistem malam, termasuk pola migrasi hewan, serta ritme biologis manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Polusi cahaya memiliki konsekuensi ekologis yang besar, mengganggu ekosistem malam hari, migrasi hewan, dan ritme sirkadian manusia,” ujar Zhu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!