Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Masa Depan Pertanian di Banten, Sejumlah Petani Magang di Jepang

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 07:28 WIB | Oleh:
Ada Masa Depan Pertanian di Banten, Sejumlah Petani Magang di Jepang Doc: ist
Ket. menimba ilmu ke jepang

SERANG – Ini langkah strategis untuk mempertahankan pertanian Indonesia, di mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberangkatkan 21 petani milenial untuk mengikuti program magang selama satu hingga dua tahun di Jepang guna menyerap inovasi dan teknologi pertanian modern.

Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Kamis, menyatakan bahwa pengiriman tahun ini merupakan jumlah terbanyak sepanjang sejarah program tersebut sejak dimulai pada 1984.

"Kami berharap sekembalinya dari Jepang, para peserta dapat memajukan sektor pertanian di Banten melalui berbagai inovasi dan pengalaman yang didapat. Kita masih memiliki banyak lahan tidur yang bisa dikembangkan oleh rekan-rekan sekalian," ujarnya.

Andra menilai Banten memiliki posisi strategis sebagai penyuplai kebutuhan pangan bagi wilayah Jakarta. Oleh karena itu, regenerasi petani yang melek teknologi menjadi kunci agar sektor pertanian daerah lebih kompetitif dan menjanjikan bagi generasi muda.

"Usaha sektor pertanian itu sebenarnya sangat menjanjikan, apalagi untuk memenuhi kebutuhan ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi yang sudah beroperasi di Banten. Pemprov akan memastikan akses air dan infrastruktur dalam kondisi baik untuk mendukung hal ini," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir, menjelaskan bahwa 21 peserta yang berangkat merupakan hasil seleksi ketat dari 48 pendaftar. Mereka telah menjalani diklat selama 50 hari sebagai bekal adaptasi budaya dan teknis sebelum diberangkatkan pada 13 April mendatang.

"Jepang adalah barometer teknologi pertanian dunia. Selama 11 hingga 26 bulan di sana, mereka akan tinggal di perkampungan dan menyatu dengan petani lokal baik di sektor tanaman pangan maupun peternakan," jelas Nasir.

Salah seorang peserta asal Kabupaten Lebak, Eva Luthfiah, menyatakan komitmennya untuk mengubah wajah pertanian di daerahnya setelah menyelesaikan program magang tersebut.

"Tekad saya ingin memajukan pertanian. Saat ini sektor pertanian sudah semakin modern dan bukan lagi profesi yang dipandang sebelah mata," tegas Eva.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.