Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jalan Rusunawa Cakung Barat Menyempit Karena Tumpukan Sampah, Diduga Tak Ada Truk yang Angkut

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 21:37 WIB | Oleh:
Jalan Rusunawa Cakung Barat Menyempit Karena Tumpukan Sampah, Diduga Tak Ada Truk yang Angkut Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Tumpukan sampah yang menggunung di Jalan Rusunawa Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (8/4).

JAKARTA - Jalan Rusunawa Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim) mengalami penyempitan akibat tumpukan sampah yang menggunung lebih dari satu bulan, Tumpukan sampah tersebut membuat warga mengeluhkan karena sempitnya jalanan menggangu aktivitas dan menggangu pernapasan akibat bau sampah yang menyengat.

"Sampah menumpuk gini udah lebih satu bulan. Udah dari sebelum puasa. Udah pasti terganggu, jalanan mau lewat. Jalanan jadi sempit, sedikit karena banyak sampah gini. Makanya yang lewat suka ngeluh ini kenapa ya," kata salah satu warga Adi (58) di Jakarta Timur, Rabu (8/4).

Adi menyebut, tumpukan sampah itu mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain menimbulkan bau tak sedap, keberadaan sampah yang meluber hingga ke badan jalan membuat akses kendaraan menjadi sempit.

Menurut dia, penyebab utama penumpukan sampah diduga karena keterlambatan pengangkutan oleh petugas. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, mobil truk pengangkut sampah tidak datang sama sekali atau hanya datang dalam jumlah terbatas.

"Memang tidak ada penampungan sampah lagi, tempat sampah lain tidak ada. Ini kan karena telat mobil yang angkut, kadang malah tidak datang, kadang datang satu mobil doang," jelasnya.

Adi menjelaskan, sampah yang menumpuk berasal dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi, yakni RW 08 mulai RT 01 sampai RT 12.

Meski terdapat tempat pembuangan di wilayah lain, warga setempat tetap bergantung pada titik tersebut sehingga volume sampah terus meningkat.

Dia berharap, pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membersihkan tumpukan sampah dan mengembalikan sistem pengangkutan seperti semula agar kondisi tidak semakin parah.

"Pengennya dibersihkan kayak dulu. Mobil pengangkut datang lagi banyak jadi ga terlantar gini sampahnya," ucap Adi.

Warga lainnya, Jaka (33) menyebut, tumpukan sampah di pinggir jalan membuat dirinya harus lewat pinggir setiap melewati jalan tersebut.

"Liat aja sampah sampai ke jalan gini, bikin susah pengendara mau lewat. Setiap lewat sini harus minggir-minggir dulu," ujarnya.

Jaka berharap, adanya tindak lanjut cepat untuk mengatasi tumpukan sampah di Jakarta, khususnya yang mengganggu aktivitas warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi volume sampah serta melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga untuk mengatur pembuangan di TPST Bantargebang," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjiri di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (7/4).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.