Puluhan Armada Angkut Tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
📅 Kamis, 08 Jan 2026, 16:15 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
JAKARTA -- Puluhan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mulai mengangkut tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis.
"Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis.
Dia menyebutkan jumlah armada hari ini meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk yang dioperasikan setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi.
Upaya penanganan penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati itu pun mulai menunjukkan progres.
Sejak pagi, puluhan personel kebersihan bersama armada truk pengangkut dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pengosongan gunungan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aktivitas bongkar muat sampah tampak berlangsung sejak pukul 05.30 WIB. Petugas dari DLH DKI Jakarta, yang dibantu UPK Badan Air serta pengelola pasar, bekerja bergantian mengeruk sampah yang telah menumpuk tinggi di area belakang pasar tersebut.
Sampah-sampah itu kemudian dimasukkan ke dalam bak truk sebelum dibawa menuju tempat pembuangan akhir.
Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada saat yang bersamaan, beberapa petugas lainnya tampak melakukan penyisiran di jalur akses pasar untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer.
Agus menegaskan penambahan armada itu dilakukan untuk mempercepat proses pengempesan gunungan sampah yang saat ini masih terlihat jelas dari kawasan pasar.
Menurut dia, operasi hari ini memang difokuskan pada penanganan tumpukan yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat.
"Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya," ucap Agus.
Operasi pengangkutan itu terus dilakukan hingga volume sampah benar-benar berkurang signifikan.
"Target kita sampai dengan pengempesan sampah yang sekarang ada di belakang," tegas Agus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!