Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diminta Dilarang Mendekati Area 4 KM dari Gunung Dukono Halmahera Utara

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 07:11 WIB | Oleh:
Warga Diminta Dilarang Mendekati Area 4 KM dari Gunung Dukono Halmahera Utara Doc: ist
Ket. erupsi gunung

HALMAHERA UTARA – Saat ini kondisi masih berbahaya karena ada erupsi yang melontarkan material sejauh satu kilometer. Maka warga dilarang beraktivitas 4 kilometer dari Gunung Api Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Warga diminta terus waspada karena terjadi peningkatan aktivitas letusan.

"Warga sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas atau mendaki hingga mendekati kawah malupang warirang di dalam radius 4 kilometer," kata petugas Pos Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono dalam keterangan yang diterima di Ternate. Imbauan itu disampaikan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Dukono sejak pekan lalu hingga saat ini masih terjadi letusan gunung api tersebut.

Dia menjelaskan Gunung Dukono masih erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter di atas puncak. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," ujarnya. Dia mengatakan erupsi Gunung Dukono berhasil terekam seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 34.97 detik.

Saat ini, kata dia, status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu berada pada Level II atau Waspada. "Letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," ucapnya. Masyarakat sekitar Gunung Dukono diminta menggunakan masker guntuk una menghindari ancaman bahaya abu vulkanik di sistem pernafasan.

Bambang Sugiono menjelaskan lontaran abu erupsi Gunung Dukono teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Peningkatan aktivitas gunung tersebut terjadi sejak Senin 30 Maret. Padahal selama tujuh bulan terakhir, kata dia, aktivitas letusan Gunung Sukono  berhenti. "Tanggal 30 Maret kemarin sudah mulai terjadi letusan sampai sekarang," kata Bambang Sugiono.

Pendaki Mulai Naik ke Rinjani

Sementara itu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan ratusan wisatawan baik lokal maupun mancanegara mulai melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok setelah resmi dibuka 1 April lalu. "Maksimal 700 orang per hari yang boleh mendaki untuk 6 jalur pendakian Gunung Rinjani," kata Kepala Seksi Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardi Arisno, di Lombok Timur.

Adapun jalur destinasi wisata alam pendakian yang menuju Gunung Rinjani di antaranya jalur pendakian Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu dan jalur pendidikan Aik Berik. Menurut Ardi, terlihat antusias pendaki menandai dimulainya kembali aktivitas pendakian setelah ditutup selama tiga bulan akibat musim hujan ekstrem dan pemulihan ekosistem kawasan Gunung Rinjani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
ITS Kembangkan AI untuk Det...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Perbanyak PJU...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.