Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlu Mitigasi Kebijakan Moneter dan Jasa Keuangan untuk Antisipasi “Worst Scenario”

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Jangan Anggap Remeh

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistra mengatakan, exposure krisis geopolitik Timur Tengah (Timteng) tidak bisa dianggap remeh ke sektor jasa keuangan, sehingga regulator harus menyiapkan langkah antisipasi menghadapinya.

Yang perlu dicermati kata Bhima adalah jalur transmisi inflasi dari energi ke pangan dan imported inflation atau naiknya harga barang impor.

Dia mencontohkan kredit UMKM semakin melemah jika kenaikan harga plastik dan bahan baku terus berlangsung.

Hal serupa juga dengan tekanan harga dan pasokan ke liquefied petroleum gas (LPG) akan ganggu kualitas kredit dan penyaluran kredit baru ke sektor makanan minuman. “Efeknya persisten dan luas,” kata Bhima pada Koran Jakarta, Senin (6/4).

Oleh sebab itu, OJK dan BI perlu segera lakukan stress test beberapa skenario dan menyiapkan mitigasi kebijakan moneter-jasa keuangan untuk antisipasi worst scenario.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Aloysius Gunadi Brata, menilai dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap perbankan Indonesia memang relatif terbatas, namun dia mengingatkan risiko tidak langsung justru perlu dicermati, terutama melalui kenaikan harga energi dan biaya produksi.

Menurutnya, lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akan meningkatkan ongkos produksi industri dalam negeri, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga produk dan menekan daya saing serta daya beli masyarakat.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi mengganggu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban kredit kepada perbankan. Selain itu, industri yang masih bergantung pada bahan baku impor juga menghadapi tekanan tambahan akibat kenaikan harga dan terganggunya pasokan, seperti yang terjadi pada industri plastik yang terdampak keterbatasan pasokan nafta dari Timur Tengah.

Di tingkat perdagangan, pelaku usaha terpaksa memangkas marjin keuntungan untuk menjaga pasar, yang berdampak pada melemahnya kondisi keuangan sektor riil. Secara keseluruhan, situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah sekaligus memperlambat penyaluran kredit, sehingga memunculkan potensi ketidakseimbangan antara likuiditas yang tersedia dan kualitas kredit di perbankan.

Aloysius menambahkan, dalam menghadapi ketidakpastian global, pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal dengan mengukur secara realistis kemampuan anggaran.

 Ia menilai kebijakan mempertahankan subsidi BBM di tengah tekanan fiskal perlu diimbangi dengan langkah efisiensi, termasuk penataan ulang proyek strategis dan penguatan pasar domestik, guna mencegah risiko fiskal yang berpotensi merembet ke sektor perbankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.