Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Wanti-Wanti Risiko Global Meningkat, Respons Kebijakan Harus Lebih Kuat

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Wanti-Wanti Risiko Global Meningkat, Respons Kebijakan Harus Lebih Kuat Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi-Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan aset keuangan.

Berbagai risiko, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral utama, ketegangan geopolitik, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, mendorong investor cenderung bersikap hati-hati dan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Dalam kondisi seperti ini, volatilitas di pasar keuangan diperkirakan tetap tinggi sehingga stabilitas ekonomi domestik dan respons kebijakan yang kredibel menjadi kunci menjaga kepercayaan pasar.

Bank Indonesia (BI) memandang ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global yang kembali meningkat mengharuskan penguatan respons dan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal, menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa ketidakpastian global kembali meningkat pasca re-eskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026.

“Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat sehingga mengganggu produksi dan rantai pasok perdagangan antarnegara, serta harga minyak dan berbagai komoditas dunia berbalik naik,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring di Jakarta, Rabu (22/7).

Prospek pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 diperkirakan tetap lemah sebesar 3 persen dan inflasi global meningkat menjadi sekitar 4,5 persen. Kebijakan moneter global menjadi lebih ketat sebagai respons terhadap makin tingginya tekanan inflasi tersebut.

Suku bunga kebijakan moneter AS atau Fed Funds Rate diperkirakan naik lebih awal pada triwulan IV 2026.

Imbal hasil (yield) US Treasury juga naik tinggi ke level 4,56 persen untuk tenor 10 tahun dan 4,18 persen untuk tenor 2 tahun pada 20 Juli 2026, dan diperkirakan meningkat lagi didorong oleh melebarnya defisit fiskal AS.

Di pasar keuangan global, aliran modal keluar dari negara emerging market beralih ke pasar keuangan AS dan aset yang memberikan imbal hasil tinggi dan aman (safe haven assets), sehingga mendorong penguatan mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga baik, ditopang oleh permintaan domestik.

Perkembangan pada triwulan II 2026 menunjukkan konsumsi pemerintah tumbuh tinggi, ditopang berlanjutnya realisasi program-program prioritas serta percepatan belanja pemerintah, terutama pemberian gaji ke-13 bagi ASN dan penyaluran bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Konsumsi rumah tangga terjaga, didorong berbagai stimulus pemerintah, seperti bantuan pangan, potongan tarif transportasi, serta program makan dan pelatihan vokasi nasional.

Investasi terutama didukung oleh investasi bangunan terkait realisasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), di tengah investasi swasta yang perlu terus ditingkatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

For Revenge Isi OST “Spider-Man: Brand New Day”

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
For Revenge Isi OST “Spid...

Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menko PMK Ajak Anak Berani ...
Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.