Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendiktisaintek: Penguasaan Iptek Jadi Kunci Indonesia Keluar dari “Middle Income Trap”

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Mendiktisaintek: Penguasaan Iptek Jadi Kunci Indonesia Keluar dari “Middle Income Trap” Doc: Humas Kemdiktisaintek
Ket. Mendiktisaintek Brian Yuliarto

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan penguasaan IPTEK menjadi kunci utama bersaing secara global. Menurut dia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu masyarakat keluar dari middle income trap.

Hal ini disampaikan Brian pada acara Ramadan Leadership ICMI 2026 yang diselenggarakan di BRIN Gatot Subroto, Rabu, 25 Februari 2026. Dalam paparannya, Menteri Brian menyoroti, struktur industri di indonesia masih didominasi oleh sektor operasional.

Ia menggaris bawahi industri di Indonesia belum berbasis teknologi, sehingga berpotensi tertinggal dalam kompetisi global. Mendiktisaintek juga menyoroti tantangan defisit talenta global yang akan membuat Indonesia kehilangan talenta unggul.

“Defisit talenta global ini memberikan tantangan tersendiri bagi bangsa kita. Artinya akan banyak negara yang membutuhkan talenta-talenta yang memiliki kualifikasi penguasaan sains dan teknologi lebih tinggi,” ujar Menteri Brian.

Menurut dia, pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan per kapita sebagai indikator utama menuju negara maju. Adapun target tersebut hanya bisa dicapai melalui penguatan Iptek.

Penguatan pendidikan tinggi, industrialisasi berbasis teknologi, hilirisasi sumber daya, serta kemandirian pangan nasional menjadi poin-poin fokus perbaikan. “Kita harus bisa mengejar ketertinggalan kita dengan menguasai teknologi dan membangun industri di tanah kita sendiri,” kata Menteri Brian.

Ia mengatakan, upaya keluar dari middle income trap harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Momentum bonus demografi hingga 2040 merupakan jendela kesempatan krusial bagi Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi

“Kondisi demografi usia produktif kita masih lebih tinggi dari usia 50 persen dari usia non-produktif itu sampai 2040. Kalau kita melewati momen itu, kita belum tentu bisa menjadi negara maju dan harus menunggu 50 tahun lagi, 100 tahun lagi,” ujar dia.

Sebagai penutup, Mendiktisaintek mengajak para peserta untuk mengadopsi etos kerja dan nilai-nilai spiritual yang kuat. Dengan Iptek berkualitas, Indonesia optimis dapat mengulang sejarah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju dunia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.