Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Dunia Naik, Saham Beragam Setelah Ancaman Terbaru Trump ke Iran

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Dunia Naik, Saham Beragam Setelah Ancaman Terbaru Trump ke Iran Doc: Instagram/@gulfnnews
Ket. Ilustrasi

HONG KONG - Harga minyak naik pada hari Selasa (7/4) sementara pasar saham beragam karena investor menilai tenggat waktu terbaru Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang strategis atau akan "dihancurkan".

Saat perang Timur Tengah memasuki minggu keenam, Trump memperingatkan Teheran infrastruktur sipilnya akan dihancurkan jika tidak mengizinkan kapal melewati jalur air tersebut, yang dilalui seperlima dari minyak mentah dan gas global.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia dan Iran mengatakan bahwa proposal gencatan senjata 45 hari yang diusulkan oleh mediator internasional belum siap.

Trump mengatakan dalam konferensi pers bahwa "seluruh negara" Iran "dapat dihancurkan dalam satu malam dan malam itu mungkin besok malam", jika ultimatumnya untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pukul 00.00 GMT hari Rabu tidak dipenuhi.

"Kami punya rencana... di mana setiap jembatan di Iran akan hancur lebur pada pukul 12 tengah malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi," kata Trump. Ia menepis tuduhan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang.

"Maksud saya penghancuran total pada pukul 12 tengah malam, dan itu akan terjadi dalam waktu empat jam -- jika kami mau."

Ancaman itu muncul setelah unggahan Trump di media sosial yang penuh kata-kata kasar pada Minggu Paskah di mana ia bersumpah Iran akan "hidup di Neraka" jika tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Teheran mengatakan jika serangan tersebut terjadi, mereka akan membalas dengan menyerang infrastruktur energi di Teluk, yang dapat memberikan pukulan lebih lanjut pada pasokan minyak yang sudah menipis dan menghantam ekonomi global.

Kedua kontrak minyak utama naik pada hari Selasa (7/4). West Texas Intermediate mencapai $115 -- tertinggi dalam sebulan -- dan Brent berada di sekitar $111.

Pasar saham berfluktuasi, Tokyo, Singapura, Manila, dan Jakarta turun.Sementara Shanghai, Sydney, Seoul, Wellington, dan Taipei naik. Hong Kong tutup karena hari libur.

Hal itu terjadi setelah awal pekan yang positif di Wall Street.

"Pasar keuangan berosilasi dalam kisaran yang sempit dan tidak stabil karena para pedagang memperkirakan hitungan mundur menuju tenggat waktu Donald Trump terkait Iran," tulis Stephen Innes dari SPI Asset Management.

"Gambaran gencatan senjata sementara (memberikan) sedikit kelegaan tetapi tidak pernah sepenuhnya mengimbangi risiko eskalasi yang masih ada," tambahnya.

“Untuk saat ini, retorika semakin ketat, ancaman semakin tajam, namun pasar tidak menyerah, karena terbiasa dengan pengulangan yang mengharapkan de-eskalasi tepat sebelum mencapai titik kritis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Kemenbud: Museum Musik Indo...
Nasional
Menkes Serukan Perbaiki Seg...
Nasional
Gratis, Kemenag Terbitkan 4...
Nasional
Selama 2025 PT KAI Kelola 2...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.