Tembok Pasar Induk Kramat Jati Roboh Akibat Gunungan Sampah
📅 Rabu, 01 Apr 2026, 15:59 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Tembok pembatas di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, roboh diduga akibat tekanan tumpukan sampah yang menggunung.
Warga sekitar bernama Jamal (39) mengatakan tembok tersebut roboh sejak Januari 2026. Namun, hingga kini belum ada perbaikan dari pihak berwenang.
"Sudah lama itu robohnya, sepengetahuan saya sudah roboh pas awal Januari tahun ini. Tapi sampai sekarang, ya, udah begini saja, belum dibenerin, makanya masih seperti itu," kata Jamal di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu.
Dia juga mengeluhkan dampak dari penumpukan sampah yang semakin parah, terutama bau menyengat dan banyaknya lalat yang menurutnya dapat mengganggu kesehatan.
"Sampah sedikit aja sudah bau, ini lagi kaya gunungan sampah, dari jauh juga udah bau banget menyengat, terus lalat jadi makin banyak. Kaya begini tidak sehat, tiap hari banyak lalat hijau," ujar Jamal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia pun berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Timur, ataupun pengelola pasar secepatnya mengambil langkah untuk mengangkut sampah secara maksimal serta memperbaiki tembok yang roboh itu.
"Kondisi seperti ini tidak enak dilihat, tidak baik juga. Harus ada pihak pemerintah ataupun pihak pasar yang bertanggung jawab cepat mengurangi gunungan sampah, terus diperbaiki temboknya," ucap Jamal.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Sinta (32). Ia menyoroti tingginya aktivitas warga di sekitar lokasi, terutama di jalan setapak yang berada dekat dengan tembok roboh tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bukan hanya jadi jalan pintas warga, lapangan di situ juga sering dipakai anak-anak bermain. Jadi, kami khawatir kalau tiba-tiba ambruk lagi, apalagi sampahnya terus menumpuk," tutur Sinta.
Menurut dia, volume sampah di TPS tersebut terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan sejak sebelum bulan puasa.
Dia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memperparah kerusakan dan membahayakan keselamatan warga.
"Volume sampah makin tinggi dan belum ada penurunan sejak sebelum puasa. Kami takut tekanan sampah membuat tembok semakin roboh, kesehatan semakin terganggu, akhirnya aktivitas jadi terhambat," ungkap Sinta.
Lebih lanjut, dia mendesak adanya penanganan cepat, baik dalam pengangkutan sampah maupun perbaikan infrastruktur di sekitar TPS, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tembok yang roboh itu berada tepat di belakang tumpukan sampah yang menggunung hingga setinggi kurang lebih enam meter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!