Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Usulkan agar Penderita TB Masuk Prioritas Penerima MBG

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Menkes Usulkan agar Penderita TB Masuk Prioritas Penerima MBG Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (Tengah)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan agar penderita tuberkulosis (TB) menjadi salah satu kelompok prioritas penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan itu disampaikan karena Indonesia masih mencatat sekitar satu juta kasus TB setiap tahun dengan angka kematian mencapai 160 ribu jiwa.

Menurut Budi, dukungan gizi yang memadai dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien TB yang sedang menjalani pengobatan. Karena itu, selain anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penderita TB dinilai perlu masuk dalam sasaran program MBG.

“Orang-orang yang sakit tuberkulosis 1 juta loh di Indonesia setiap tahun. Meninggal 160 ribu, jadi kita ngomong 5 menit meninggal dua orang,” kata Budi usai peluncuran Komisi The Lancet Regional Health-Western Pacific: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (22/6).

Budi mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Ia menilai kombinasi pengobatan dan pemenuhan gizi yang baik akan meningkatkan peluang kesembuhan pasien TB.

“Kalau kita obati dan gizinya disuplai, ditambah. Kemungkinan sembuhnya lebih besar,” ujar dia.

Selain penderita TB, Budi juga meminta perhatian lebih diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurut dia, ketiga kelompok tersebut memiliki kebutuhan gizi tinggi yang sangat menentukan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Ia menjelaskan, pemenuhan gizi bagi ibu hamil penting untuk menekan risiko berbagai masalah kesehatan pada ibu maupun bayi. Sementara itu, kebutuhan gizi ibu menyusui perlu terpenuhi agar proses pemberian ASI berjalan optimal, terutama pada dua tahun pertama kehidupan anak.

“Balita berada pada masa emas pertumbuhan yang menentukan perkembangan fisik dan kognitif anak hingga masa depan. Selain itu, penderita tuberkulosis juga perlu menjadi perhatian dalam Program Makan Bergizi Gratis,” ujar dia.

Menkes Budi menyebut usulan perluasan sasaran penerima MBG mendapat respons positif dari Badan Gizi Nasional. Skema penerima manfaat dinilai masih dapat disesuaikan untuk menjangkau kelompok dengan kebutuhan gizi tinggi.

“Beliau menyukainya. Nanti mungkin akan ubah Perpres sedikit, karena sekarang kan diberikan ke anak-anak sekolah, dan bukan berarti saya menolak yang untuk di sekolah ya,” ucap dia.

Saat ini, pemerintah bersama BGN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah membahas penguatan sasaran program MBG. Evaluasi dampak program tersebut akan dilakukan melalui data pemeriksaan kesehatan dan status gizi guna memastikan kebijakan berjalan berdasarkan bukti atau evidence-based policy. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.