Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif Listrik Ditahan, Pemerintah Pilih Redam Tekanan Harga

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tarif Listrik Ditahan, Pemerintah Pilih Redam Tekanan Harga Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Warga mengisi token listrik PLN.

JAKARTA – Keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik mencerminkan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi di tengah tekanan ekonomi.

Kebijakan ini berfungsi sebagai bantalan jangka pendek agar biaya hidup tidak melonjak, terutama ketika harga energi global masih bergejolak.

Namun secara analitis, penahanan tarif juga menyimpan konsekuensi fiskal dan operasional, karena selisih biaya produksi dan harga jual berpotensi ditanggung melalui subsidi atau kompensasi.

Jika berlangsung terlalu lama tanpa penyesuaian struktural, kondisi ini dapat membebani anggaran negara dan mengurangi ruang investasi di sektor ketenagalistrikan, sehingga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan fiskal menjadi kunci.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif tenaga listrik PT PLN (Persero) untuk Triwulan II 2026 (April–Juni) tetap atau tidak mengalami perubahan sebagai langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu cemas, karena Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (1/4).

Tri menjelaskan penetapan tersebut bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. Pada saat yang sama pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara efisien dan bijak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional

Keputusan tersebut, menurut Tri, telah melalui evaluasi menyeluruh terhadap parameter ekonomi makro sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, dengan evaluasi berkala setiap tiga bulan berdasarkan perubahan kurs, Indonesian Crude Price/ICP (harga patokan minyak), inflasi, dan Harga Batu bara Acuan (HBA).

Untuk Triwulan II 2026, parameter yang digunakan merupakan realisasi periode November 2025 hingga Januari 2026, yaitu kurs Rp16.743,46 per dolar Amerika Serikat, ICP 62,78 dolar AS per barel, inflasi 0,22 persen, serta HBA 70 dolar AS per ton.

Meskipun secara formula terdapat potensi perubahan tarif, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Kebijakan itu, menurut dia, juga berlaku bagi pelanggan bersubsidi yang tetap mendapatkan tarif tanpa perubahan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa perusahaannya siap menjalankan kebijakan pemerintah sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan, khususnya di tengah dinamika dan ketidakpastian kondisi geopolitik global.

“Di tengah kondisi geopolitik global yang dinamis, kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga stabilitas tarif listrik pada Triwulan II 2026. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha, serta menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga daya beli dan daya saing nasional,” ujar Darmawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Sekelas Letkol Main Judol di Rumah Dinas, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Ekonomi
Benarkah After Market Bisa ...
Daerah
Lahan Gambut Diminta Terus ...
Megapolitan
Pejabat Diduga Minta Uang B...
Megapolitan
Pulogadung-Kelapa Gading Ta...
Daerah
Jaga Keamanan Negara Mulai ...

Dua Pembunuh Wanita Ditangkap, Tempat Kos Tak Lagi Aman?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dua Pembunuh Wanita Ditangk...
Daerah
Saatnya Berbondong-bondong ...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.