Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aturan Pembatasan Kuota PLTS Atap Harus Segera Direvisi

28 Kamis, 08 Okt 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Aturan Pembatasan Kuota PLTS Atap Harus Segera Direvisi Aturan Pembatasan Kuota PLTS Atap Harus Segera Direvisi Doc: antara
Ket. Ketahanan Energi - Pemerintah dan PLN Harus Ubah Paradigma mengenai PLTS Atap

» Pemerintah cukup membebaskan rintangan birokrasi dan membiarkan mekanisme pasar berjalan, di sisi lain negara hadir untuk kelompok yang tidak mampu.

JAKARTA - Pemerintah dan PLN diminta segera merevisi aturan pembatasan kuota Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap khususnya yang skala rumah tangga dankomunitas yang risikonya terhadap stabilitas jaringan lebih kecil dibandingkan dengan instalasi skala besar.

Desakan itu disampaikan mengingat perkembangan PLTS Atap selama ini sangat terhambat dengan aturan tersebut, padahal di sisi lain Pemerintah memulai akselrasi energi surya dengan target 100 Giga Watt Peak (GWp).

Lead Researcher Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (SUSTAIN), Adila Isfandiari mengatakan PLTS atap merupakan solusi paling memungkinkan untuk dieksekusi cepat jika berkaca pada kejadian pemadaman listrik di beberapa wilayah besar beberapa waktu lalu

“PLTS atap harus dilihat sebagai opsi strategis untuk mewujudkan kemandirian energi, bukan sekadar soal emisi,” kata Adila.

SUSTAIN juga berharap Pemerintah dan PLN mengubah paradigma dari melihat PLTS atap sebagai ancaman overcapacity menjadi bagian dari solusi keandalan sistem atau grid resiliency.

Dia pun merekomendasikan dua jalur percepatan yang bisa ditempuh bersamaan.

Pertama, Jalur Pasar (Market Track). Pemerintah dan PLN perlu mempermudah regulasi dan proses integrasi grid, serta menghapus pembatasan kuota yang mendorong penggunaan panel surya oleh kelompok ekonomi yang memiliki kemampuan finansial mandiri.

Kelompok tersebut dinilai siap berinvestasi secara swadaya, bahkan dengan baterai, sehingga pemerintah cukup membebaskan rintangan birokrasi dan membiarkan mekanisme pasar serta kesadaran publik berjalan.

Kedua, Jalur Pemerintah (Government Track). Pemerintah harus mengambil peran aktif dengan menginstalasikan PLTS Atap secara gratis atau bersubsidi bagi kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah, agar transisi energi tidak hanya dinikmati kelompok mampu.

“Pemerintah cukup membebaskan rintangan birokrasi dan membiarkan mekanisme pasar berjalan, di sisi lain negara hadir untuk kelompok yang tidak mampu,” pungkas Adila.

Solusi Strategis

Dari Denpasar, Lembaga pengkajian Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai percepatan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap merupakan solusi strategis agar daerah seperti Bali dapat mencapai target penurunan emisi.

“Memang salah satu langkah konkritnya sebetulnya adalah mendorong pemanfaatan PLTS atap,” kata Manajer Riset Pemodelan dan Analisis Sistem Energi IESR, Abraham Octama Halim dalam Workshop Pekan Iklim di Denpasar, Rabu (7/10).

Pemprov Bali sendiri mematok target ambisius berupa emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045 melalui berbagai komitmen transisi energi daerah.

Meski demikian, mitra Pemprov Bali itu mencatat bauran energi baru terbarukan di Bali hingga tahun 2024 dilaporkan masih sangat rendah, yaitu baru mencapai angka 1,48 persen dari seluruh total pembangkitan listrik eksisting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...

Jaminan Kesehatan, Pengelolaan Peserta JKN Terus Diperkuat

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Luar Negeri
AS Pertimbangkan Pangkas Ta...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.