Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Benarkah After Market Bisa Tumbuh bila Industri Kendaraan Bagus?  

📅 Jumat, 09 Okt 2026, 12:41 WIB | Oleh:
Benarkah After Market Bisa Tumbuh bila Industri Kendaraan Bagus?    Doc: ist
Ket. bisa dorong after market

JAKARTA – Industri modifikasi dan komponen aftermarket otomotif Indonesia memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya produksi kendaraan nasional. “Itu akan tumbuh bareng,” kata

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta.

"Pasar aftermarket otomotif Indonesia diperkirakan lebih dari Rp70 triliun dan diproyeksikan tumbuh 5-6,5 persen per tahun hingga tahun 2032. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peluang nyata bagi teman-teman modifikator, builder, dan seterusnya," kata Setia Diarta pada saat pembukaan IMX 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat.

Dia melanjutkan bahwa besarnya pasar tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), modifikator, serta produsen komponen lokal untuk memperluas usaha mereka.

Menurut dia, ekosistem modifikasi tidak hanya berkaitan dengan hobi, tetapi juga mencakup kreativitas, jasa, dan kegiatan industri yang berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi.

Setia menyebutkan, kinerja industri otomotif nasional turut membuka ruang bagi sektor pendukung tersebut.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,3 persen, dengan kontribusi hampir 17 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Di sektor kendaraan roda empat, produksi nasional mencapai 859.000 unit, tumbuh sekitar 13,4 persen, sementara penjualan domestik meningkat 20,1 persen.

Adapun produksi sepeda motor mencapai sekitar 4,79 juta unit, naik 3,4 persen, dengan penjualan domestik tumbuh 2,2 persen.

Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Kemenperin mendorong peningkatan kompetensi modifikator melalui standar dan pelatihan berbasis kompetensi, penguatan keselamatan kendaraan, serta pengembangan IKM komponen aftermarket.

Penguatan industri komponen lokal juga diharapkan meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan membuka akses pasar ekspor.

Rangkaian Road to IMX 2026 yang menjangkau Jepang dan sejumlah kota di Indonesia, serta rencana IMX USA Series pada November mendatang, menjadi salah satu upaya memperkenalkan karya modifikator nasional ke pasar internasional.

Dengan dukungan standardisasi dan peningkatan kualitas produk, industri modifikasi diharapkan berkembang dari sektor berbasis hobi menjadi bagian dari rantai pasok otomotif nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Sekelas Letkol Main Judol di Rumah Dinas, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Ekonomi
Benarkah After Market Bisa ...
Megapolitan
Pejabat Diduga Minta Uang B...
Megapolitan
Pulogadung-Kelapa Gading Ta...

Jaga Keamanan Negara Mulai dari Kawasan Perbatasan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Jaga Keamanan Negara Mulai ...

Dua Pembunuh Wanita Ditangkap, Tempat Kos Tak Lagi Aman?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dua Pembunuh Wanita Ditangk...
Daerah
Saatnya Berbondong-bondong ...
Advertisement
Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.