Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Gelisah Soal Trump dan Jinping Bahas Taiwan

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 11:50 WIB | Oleh:
Jepang Gelisah Soal Trump dan Jinping Bahas Taiwan Doc: ist
Ket. Sanae Takhaici

TOKYO – Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping baru bertemu termasuk membahas Taiwan. Pemerintah Jepang khawatir Presiden AS Donald Trump akan mengajukan konsesi terkait isu Taiwan sebagai imbalan dalam kesepakatan dagang.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi, yang pernyataannya soal Taiwan pada November lalu mengakibatkan pemburukan hubungan dengan Beijing, sedang mempertimbangkan untuk menghubungi Trump yang sedang bertemu Presiden China Xi Jinping, kata seorang pejabat senior Jepang.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Xi mengatakan kepada Trump dalam pertemuan tertutup mereka bahwa kedua negara akan mengalami bentrokan, bahkan konflik, sehingga dapat merusak hubungan sepenuhnya; kecuali jika AS menangani isu Taiwan dengan tepat.

Adapun PM Takaichi, di hadapan anggota parlemen, mengatakan serangan terhadap Taiwan dapat memicu respons balasan dari Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung AS. Tokyo juga amat prihatin atas tindakan Beijing yang semakin "sewenang-wenang" di kawasan.

Pemerintah AS menyatakan tidak mendukung kemerdekaan Taiwan. Sementara itu, Jepang menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong isu tersebut diselesaikan melalui dialog.

Jepang juga tetap mempertahankan hubungan non-pemerintah dengan Taiwan.

"Perdana Menteri (Takaichi) bisa berbicara dengan Trump melalui saluran telepon," kata pejabat senior Jepang itu.

Dengan percakapan tersebut, Jepang akan mendengarkan pandangan-pandangan yang diutarakan dalam pertemuan untuk menetapkan analisis dan asesmen yang komprehensif.

"Anda tak akan bisa menerka apa yang akan Trump katakan," kata seorang pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Jepang.

Donald Trump melakukan kunjungan ke China selama dua hari untuk pertemuan dengan Xi Jinping, menjadi presiden pertama AS yang berkunjung ke China dalam kurun waktu hampir 10 tahun.

Sementara itu, Jepang semakin menghadapi tekanan dari China yang menerapkan pengendalian ekspor atas komoditas sipil yang juga bisa digunakan untuk keperluan militer (dual-use​​​​​​​), yang kemungkinan mencakup komoditas tanah jarang.

Pertemuan Trump dan Xi diperkirakan membahas serangkaian topik dengan implikasi signifikan untuk Jepang, termasuk perang AS-Israel terhadap Iran serta pengendalian komoditas tanah jarang China.

"Kami harus benar-benar memerhatikan di bidang mana yang mereka berhasil sepakati dan di mana kesepakatan belum tercapai," kata seorang pejabat Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.