Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NASA Siap Luncurkan Misi Berawak ke Bulan Lagi

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
NASA Siap Luncurkan Misi Berawak ke Bulan Lagi Doc: AFP/Bill INGALLS/NASA
Ket. Astronot NASA Reid Wiseman, komandan Artemis II (kiri), Victor Glover, pilot Artemis II (kedua dari kiri), Christina Koch, spesialis misi Artemis II (kedua dari kanan), dan astronot CSA (Badan Antariksa Kanada) Jeremy Hansen, spesialis misi Artemis II (kanan) di Florida, AS.

CAPE CANAVERAL – National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada Senin (30/3), memulai hitung mundur dua hari menuju misi berawak ke Bulan pertama dalam lebih dari setengah abad. Misi ini akan mengelilingi satelit alami Bumi dan menjadi langkah awal bagi eksplorasi luar angkasa jangka panjang.

Jendela peluncuran dari Kennedy Space Center dijadwalkan dibuka pada Rabu (1/4) pukul 18.24 waktu setempat (22.24 GMT). NASA menyatakan seluruh sistem, wahana, dan awak dalam kondisi siap.

"Wahana sudah siap, sistem sudah siap. Awak pesawat juga sudah siap," ujar Amit Kshatriya, wakil administrator badan antariksa tersebut.

Dikutip dari AFP, Kshatriya menegaskan bahwa misi ini merupakan bagian dari kampanye besar eksplorasi luar angkasa, termasuk rencana pembangunan pangkalan permanen di Bulan sebagai pijakan menuju misi lebih jauh.

Jika peluncuran tertunda, NASA masih memiliki beberapa peluang hingga 6 April. Hingga Senin malam, persiapan teknis dilaporkan berjalan lancar.

"Kami akan terbang ketika perangkat keras ini siap," kata direktur peluncuran Charlie Blackwell-Thompson. "Namun, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang sangat, sangat baik."

Empat astronot yang akan menjalankan misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka saat ini menjalani masa karantina menjelang peluncuran, namun masih diberi kesempatan untuk makan malam bersama keluarga di Florida.

Misi ini mencatat sejumlah tonggak sejarah, termasuk pertama kalinya seorang perempuan, orang kulit berwarna, dan astronot non-Amerika terlibat dalam perjalanan ke Bulan.

Selain itu, ini juga menjadi penerbangan berawak perdana roket generasi baru NASA, Space Launch System (SLS), yang dirancang untuk mendukung misi berulang ke Bulan di masa depan.

Roket raksasa berwarna oranye-putih ini diharapkan menjadi tulang punggung ambisi Amerika Serikat membangun kehadiran permanen di Bulan sebagai batu loncatan eksplorasi lebih jauh, termasuk ke Mars.

Namun, perjalanan menuju peluncuran tidak sepenuhnya mulus. Misi yang dikenal sebagai Artemis 2 ini sebelumnya dijadwalkan pada Februari, namun sempat tertunda akibat berbagai kendala teknis, termasuk kebutuhan analisis dan perbaikan pada roket.

Faktor Cuaca

Selain faktor teknis, kondisi cuaca juga menjadi perhatian utama. NASA menyebutkan peluang cuaca mendukung peluncuran mencapai 80 persen, meskipun tetap ada kekhawatiran terkait awan tebal dan potensi angin kencang di permukaan.

Tim juga memantau aktivitas matahari yang dapat memengaruhi kondisi peluncuran. “Aku cuma mau memohon kepada dewa-dewa angkasa, oke?” kata Kshatriya, disambut tawa dalam pengarahan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Sebut Perang Konyol, Trump ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.