Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD DKI Waspadai 'Bom Waktu' Pengangguran Akibat Arus Urbanisasi

📅 Senin, 30 Mar 2026, 19:25 WIB | Oleh:
DPRD DKI Waspadai 'Bom Waktu' Pengangguran Akibat Arus Urbanisasi Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperketat pendataan pendatang baru pasca Lebaran 2026. Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi potensi lonjakan masalah sosial di ibu kota.

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperketat pendataan pendatang baru pasca Lebaran 2026. Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi potensi lonjakan masalah sosial di ibu kota.

Arus urbanisasi yang meningkat setiap tahun usai Lebaran kerap membawa tantangan baru bagi Jakarta. Selain kepadatan penduduk, tekanan terhadap lapangan kerja juga menjadi perhatian serius para legislator.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, menegaskan bahwa setiap pendatang wajib memiliki identitas yang jelas serta tujuan yang pasti saat datang ke Jakarta. Hal ini untuk memastikan keberadaan mereka dapat terdata dan terkontrol dengan baik.

"Harus ada langkah tegas," ujar Kevin, Jumat (27/3).

Ia meminta agar proses pendataan dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat RT dan RW. Peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dinilai penting dalam memastikan akurasi data penduduk baru.

Menurut Kevin, lemahnya pengawasan terhadap pendatang berpotensi memperburuk kondisi kota. Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah meningkatnya angka pengangguran akibat persaingan kerja yang semakin ketat.

"Ini bisa menambah pengangguran dan memicu masalah sosial," tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena banyaknya pendatang yang datang tanpa keterampilan memadai dan kepastian pekerjaan. Kondisi ini dinilai berisiko memperbesar beban sosial di perkotaan.

Meski demikian, DPRD menegaskan bahwa Jakarta tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari peluang hidup. Namun, keterbukaan tersebut harus diimbangi dengan sistem pengendalian yang kuat.

"Tidak bisa terlalu longgar tanpa pengawasan," kata Kevin.

Selain pengendalian pendatang, DPRD juga mendorong Pemprov DKI untuk memperkuat program pelatihan kerja. Upaya ini penting agar warga lokal memiliki daya saing yang lebih baik di tengah ketatnya pasar tenaga kerja.

Penciptaan lapangan kerja baru juga menjadi agenda penting yang perlu terus didorong. Dengan demikian, pertumbuhan jumlah penduduk dapat diimbangi dengan ketersediaan peluang ekonomi yang memadai.

Kevin mengingatkan bahwa lonjakan pendatang pasca Lebaran bukan sekadar fenomena musiman. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat berkembang menjadi persoalan jangka panjang yang kompleks.

"Kalau tidak dikelola, ini bisa jadi bom waktu sosial," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.