Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Likuiditas Melimpah! Uang Beredar Tembus Rp10.089,9 Triliun

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Likuiditas Melimpah! Uang Beredar Tembus Rp10.089,9 Triliun Doc: ANTARA FOTO/ M Risyal Hidayat.
Ket. Arsip Foto - Petugas mengecek uang tunai sebelum didistribusikan melalui kantor cabang dan mesin ATM di Pooling Cash Plaza Mandiri, Jakarta.

JAKARTA – Likuiditas perekonomian alias uang beredar dalam arti luas (M2) terlihat makin “lega” di Februari 2026.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah uang yang berputar di masyarakat mengalami pertumbuhan, menandakan aktivitas ekonomi mulai menggeliat.

Kenaikan ini umumnya ditopang oleh pertumbuhan kredit perbankan dan tetap terjaganya simpanan masyarakat.

Artinya, baik dari sisi dorongan pembiayaan maupun daya tahan dana di sistem keuangan, keduanya masih cukup solid.

Meski begitu, laju uang beredar tetap perlu dijaga agar tidak terlalu kencang, supaya stabilitas inflasi dan nilai tukar tetap terkendali.

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif pada Februari 2026 yakni sebesar 8,7 persen (year on year/yoy) mencapai sebesar Rp10.089,9 triliun.

“Posisi M2 pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh sebesar 8,7 persen (yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/3).

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,1 persen (yoy).

Perkembangan M2 pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat (Pempus) dan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 25,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 sebesar 22,6 persen (yoy).

Sementara penyaluran kredit pada Februari 2026 tumbuh sebesar 8,9 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan Januari 2026 sebesar 10,2 persen (yoy).

Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

BI juga mencatat perkembangan uang primer (M0) adjusted yang pada Januari 2026 tumbuh 14,7 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 16,8 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.193 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.