Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asia Bakal Jadi Kiblat Pusat Pengembangan 'AI' Global

📅 Kamis, 26 Mar 2026, 15:57 WIB | Oleh:
Asia Bakal Jadi Kiblat Pusat Pengembangan 'AI' Global Doc: AFP/ARUN SANKAR

BOAO - Sebuah laporan yang dirilis oleh Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) pada Selasa (24/3) menyebutkan bahwa pusat pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global secara progresif sedang bergeser dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) ke Asia.

"Dengan memanfaatkan populasi digital mereka yang besar, ekosistem aplikasi yang beragam, dan kerangka kebijakan yang koheren, perekonomian-perekonomian Asia dengan cepat berevolusi dari pengikut AI menjadi yang terdepan," tulis laporan bertajuk "Laporan Tahunan Prospek Ekonomi dan Kemajuan Integrasi Asia 2026" itu.

Di antara jajaran terdepan, laporan tersebut menilai Tiongkok telah mencapai kematangan industri rantai penuh dan menunjukkan kemampuan yang kuat dalam penerapan skala besar, sementara Jepang dan Korea Selatan memusatkan upaya mereka pada manufaktur kelas atas dan otomatisasi industri. Singapura, yang menjadi model kemajuan berbasis aplikasi, memainkan peran penting dalam inovasi tata kelola dan berperan sebagai platform hub.

Faktor-faktor fundamental yang mendasari "kebangkitan cerdas" Asia bersifat multifaset, termasuk dukungan kelembagaan penting di tingkat nasional, lingkaran umpan balik yang kuat berupa "skala aplikasi, generasi data, dan penyempurnaan berulang" yang mempercepat industrialisasi, serta integrasi mendalam dengan industri inti, ungkap laporan tersebut.

Dengan mengekspor solusi teknologi dan pengalaman implementasi praktis ke luar negeri, perekonomian-perekonomian Asia secara progresif berevolusi dari penerima aturan yang pasif menjadi peserta aturan yang proaktif dan penyedia jalan, tambah laporan tersebut.

Selain itu, dengan memanfaatkan kemampuan komplementer yang dimiliki kawasan ini, kekayaan skenario aplikasi digital dan kemajuan sistematisnya dalam penelitian bersama, serta koordinasi kebijakan, Asia berada pada posisi unik untuk memelopori pembentukan jaringan inovasi AI regional yang "multinodus, saling terhubung, dan kolaboratif," urai laporan tersebut.

"Jaringan semacam ini akan secara signifikan memperkuat pengaruh kolektif kawasan itu di seluruh rantai nilai AI global, ekosistem inovasi, dan wacana tata kelola internasional," papar laporan tersebut. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.