Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menelusuri Lagi Jalur Pantura, Jejak Lama di Tengah Arus Mudik

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 17:34 WIB | Oleh:

Batang hingga Pekalongan, aktivitas yang mulai bergerak

Setelah keluar dari kawasan Alas Roban dan memasuki wilayah Batang, suasana di sepanjang jalur Pantura mulai berubah. Deretan restoran besar yang biasanya menjadi tempat singgah bus antarkota antarprovinsi terlihat di sisi jalan.

Namun, kondisi di lokasi terpantau relatif sepi. Area parkir yang umumnya dipenuhi bus jarak jauh tampak lengang, dengan hanya beberapa kendaraan yang berhenti. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pergeseran arus kendaraan ke jalan tol, terutama menjelang H-1 Lebaran.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Pekalongan. Memasuki kawasan Pasar Grosir Batik Setono, aktivitas mulai terlihat dengan sejumlah pemudik yang berbelanja batik sebagai oleh-oleh, meski belum terlalu ramai.

Kuliner Pantura dan lesunya penjualan telur asin

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Tegal. Salah satu titik kuliner yang disambangi adalah Sate Kambing Muda Cempe Lemu yang terletak tidak jauh dari pintu keluar tol. Lokasi ini terpantau ramai oleh pengunjung yang memanfaatkan momen perjalanan untuk beristirahat sekaligus makan.

Dari Tegal, perjalanan dilanjutkan ke Brebes. Tim menyempatkan singgah di salah satu toko telur asin di jalur utama Pantura, yang telah lama dikenal sebagai pusat oleh-oleh khas daerah sebelum keberadaan jalan tol.

Namun, suasana di lokasi terpantau berbeda. Deretan toko yang sebelumnya ramai oleh pemudik kini terlihat lebih lengang. Hanya beberapa kendaraan yang berhenti, sementara sebagian toko tampak sepi tanpa pembeli.

Seorang penjual telur asin, Nanda, mengaku penurunan jumlah pembeli mulai dirasakan sejak beroperasinya jalan tol yang mengalihkan arus kendaraan dari jalur Pantura.

“Dulu sebelum ada tol, ramai sekali. Sekarang pembeli jauh berkurang, paling hanya yang sengaja keluar tol atau warga sekitar,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/3).

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan pedagang yang tidak lagi sebesar sebelumnya. Meski tetap berjualan, mereka harus beradaptasi dengan perubahan pola perjalanan masyarakat.

Menuju Cirebon, arus mulai padat

Selanjutnya, perjalanan menuju Cirebon dengan arus kendaraan yang mulai padat  meskipun masih bergerak. Kendaraan dari berbagai daerah mulai terakumulasi di jalur utama Pantura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.