Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menelusuri Lagi Jalur Pantura, Jejak Lama di Tengah Arus Mudik

📅 Selasa, 24 Mar 2026, 17:34 WIB | Oleh:
Menelusuri Lagi Jalur Pantura, Jejak Lama di Tengah Arus Mudik Doc: ANTARA/Farika Nur Khotimah
Ket. Kondisi Alas Roban pada Jumat (20/3).

CIREBON - Di tengah arus mudik Lebaran yang kini didominasi jalan tol, dua wajah perjalanan darat di Pulau Jawa masih memperlihatkan kontras yang jelas.

Jalur selatan menghadirkan perjalanan yang relatif lengang dengan panorama pesisir yang menenangkan, sementara jalur Pantura tetap ramai dan menjadi nadi utama pergerakan kendaraan sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

Tim wartawan menelusuri kedua jalur tersebut, dari Cilacap menuju Yogyakarta hingga berlanjut ke Cirebon, guna melihat secara langsung kondisi lalu lintas serta dinamika yang berlangsung di sepanjang rute perjalanan.

Singgah di Semarang, jejak kopi dan kuliner lokal

Setelah melalui Yogyakarta, perjalanan dilanjutkan dari Semarang menuju Cirebon pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB melalui jalur Pantura. Rute ini menjadi kontras dengan jalur selatan yang sebelumnya dilalui, dengan arus kendaraan yang mulai meningkat di sejumlah titik.

Sebelum melanjutkan perjalanan, tim terlebih dahulu singgah di Dharma Boutique Roastery yang berlokasi di Jalan Wotgandul Barat No. 14, kawasan Pecinan, Semarang. Kedai ini menempati bangunan lama bergaya kolonial dan dikenal sebagai salah satu rumah kopi tertua di kota tersebut.

Dharma Boutique Roastery merupakan kelanjutan dari pabrik kopi Margo Redjo yang telah berdiri sejak 1915. Hingga kini, usaha tersebut masih mempertahankan proses penyangraian kopi secara tradisional, dengan mesin lama yang tetap digunakan untuk menjaga cita rasa.

Perjalanan kemudian berlanjut ke kawasan kuliner dengan mencicipi tahu gimbal di warung Tahu Gimbal Pak Edy yang berlokasi di Jalan Menteri Supeno, Semarang. Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, lontong, kol, tauge, dan bakwan udang yang disajikan dengan bumbu kacang bercampur petis.

Warung tersebut tetap melayani pembeli, meski tidak seramai hari biasa. Sejumlah pengunjung terlihat datang untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Alas Roban yang Sepi dan Berubah

Dari Semarang, perjalanan dilanjutkan menuju Pekalongan dengan melintasi kawasan Alas Roban. Jalur ini dikenal dengan kontur jalan yang berkelok serta naik turun, sehingga kendaraan cenderung melaju lebih lambat.

Saat melintasi kawasan tersebut, kondisi lalu lintas terpantau relatif sepi. Situasi ini berbeda dengan kondisi pada masa ketika jalur ini menjadi salah satu titik padat kendaraan, terutama bagi bus dan truk antarkota.

Di beberapa titik, terlihat kawanan monyet berada di tepi hingga badan jalan. Sementara itu, sejumlah warung dan tempat singgah yang dahulu ramai tampak tidak beroperasi, bahkan terkesan terbengkalai.

Tim juga menjumpai sisa kendaraan di pinggir jalan yang diduga merupakan bekas kecelakaan dan belum dievakuasi. Pemandangan tersebut menjadi pengingat karakter Alas Roban sebagai jalur dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.