Harga Minyak Naik Menyusul Ultimatum Trump terhadap Iran
📅 Senin, 23 Mar 2026, 07:05 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTOKYO - Harga minyak naik pada Senin (23/3) pagi setelah Presiden AS, Donald Trump, memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi kehancuran infrastruktur energinya, dan Israel memperingatkan perang akan berlanjut selama beberapa pekan lagi.
Tak lama setelah pembukaan pasar, harga West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, untuk pengiriman Mei naik 1,8 persen menjadi sedikit di atas US$100 per barel, sebelum kemudian sedikit turun.
Harga minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman Mei naik dengan laju yang serupa, menjadi US$113,44 per barel sebelum turun menjadi sekitar US$111 sekitar 45 menit setelah perdagangan dimulai.
Pada tanggal 27 Februari, sehari sebelum serangan AS-Israel dimulai terhadap Iran, harga minyak mentah tersebut masing-masing berada di angka US$67,02 dan US$72,48 per barel.
Trump dan Teheran telah mengeluarkan ancaman balasan saat perang memasuki pekan keempatnya, dengan presiden AS menuntut Republik Islam membuka kembali Selat Hormuz yang diblokir, yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemacetan tersebut hampir menghentikan seluruh pengiriman minyak bumi melalui jalur air yang sempit itu, dan harga minyak pun melonjak.
Trump mengunggah di Truth Social pada Sabtu (21/3) malam bahwa pasukan AS akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali selat tersebut dalam waktu 48 jam, atau pukul 23.44 GMT [Selasa (24/3) pagi] pada Senin, menurut waktu unggahannya.
“Sebagai tanggapan, militer Iran mengatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan desalinasi milik AS dan rezim di kawasan tersebut,” lapor kantor berita Fars.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, kepala militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengatakan pada Minggu (22/3) bahwa pasukannya memperluas kampanye darat mereka melawan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, dan memperingatkan akan adanya operasi yang panjang.
"Kami sekarang sedang bersiap untuk memajukan operasi darat dan serangan yang ditargetkan sesuai dengan rencana yang terorganisir," kata dia.
Sebagai balasan atas operasi militer AS dan Israel, Iran melakukan serangan misil dan drone terhadap infrastruktur khususnya target energi di negara-negara sekutu Washington DC, serta terhadap kapal-kapal di Teluk, khususnya mengancam kapal-kapal yang memasuki selat tersebut. ils/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!