Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Wage Purwokerto Mau Ditata, Semua Pedagang Dipastikan Kebagian Rasa Adil

📅 Minggu, 22 Mar 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Wage Purwokerto Mau Ditata, Semua Pedagang Dipastikan Kebagian Rasa Adil Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Lapak bagi pedagang usai selamatan penataan pedagang di Pasar Wage, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026) malam.

PURWOKERTO – Penataan pedagang di kawasan pasar sering kali terdengar seperti hal teknis—soal lapak, zonasi, atau aturan jam operasional.

Tapi kalau dilihat lebih dekat, ini sebenarnya cerita tentang bagaimana ruang hidup dibagi dengan lebih rapi, tanpa harus menghilangkan denyut yang sudah lama ada.

Di sela-sela hiruk pikuk tawar-menawar, ada upaya pelan-pelan untuk membuat semuanya terasa lebih nyaman. Pedagang mulai diarahkan agar tidak lagi “tumpah” ke badan jalan, pembeli jadi punya ruang gerak yang lebih lega, dan lalu lintas di sekitar pasar pun tak lagi semrawut seperti dulu.

Memang, prosesnya tidak selalu mulus—ada yang harus beradaptasi, ada juga yang butuh waktu untuk merasa cocok dengan tempat baru.

Namun di balik itu, penataan ini membawa harapan sederhana: pasar tetap ramai, tapi juga lebih tertib. Karena pasar bukan hanya tempat transaksi, melainkan ruang pertemuan—antara penjual dan pembeli, antara kebutuhan dan cerita sehari-hari.

Dan ketika semuanya bisa berjalan lebih teratur, suasana yang tercipta pun jadi lebih enak dinikmati, tanpa kehilangan kehangatan khasnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan penataan pedagang di kawasan Pasar Wage Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilakukan demi keadilan bagi seluruh pedagang, baik yang berada di dalam maupun di luar area pasar.

“Ini bukan penertiban, tapi penataan. Saya ingin semua pedagang merasa adil, yang di dalam maupun di luar,” katanya usai Selamatan Penataan Pasar Wage Purwokerto, Banyumas, Minggu (22/3) malam.

Ia mengatakan keputusan pemindahan pedagang kaki lima dari Jalan Wihara ke dalam pasar merupakan hasil diskusi bersama peguyuban pedagang, bukan keputusan sepihak pemerintah daerah.

Kesepakatan tersebut dicapai bersama perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W) dan Paguyuban Pedagang Pagi Pasar Wage Purwokerto (P4WP).

Menurut dia, sebagian besar pedagang memang menginginkan masuk ke dalam pasar, sehingga fungsi Jalan Vihara dapat dikembalikan sepenuhnya sebagai akses lalu lintas.

“Realisasi pemindahan mulai dilakukan pada malam ini (22/3),” katanya.

Ia mengharapkan penataan tersebut menciptakan kenyamanan bagi pedagang sekaligus keamanan dan kenyamanan pembeli.

Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki niat merugikan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Gelar Mubadala Milik Taylor Fritz

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gelar Mubadala Milik Taylor...
Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

35 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.