Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buntut Ex Kepsek SMPN 18 Siksa 8 Siswa, Kapolresta Malang Kota Tegaskan Bedanya Mendidik dan Memukul

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 19:02 WIB | Oleh:
Buntut Ex Kepsek SMPN 18 Siksa 8 Siswa, Kapolresta Malang Kota Tegaskan Bedanya Mendidik dan Memukul Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Arsip Foto - Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno ditemui di Kota Malang beberapa waktu lalu.

MALANG - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota mengusut dugaan kasus kekerasan terhadap sedikitnya delapan siswa yang diduga dilakukan oleh mantan Kepala SMP Negeri 18 Kota Malang berinisial MAH.

Kepala Polresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, edukasi seputar pencegahan kekerasan telah rutin diselenggarakan untuk membangun suasana lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.

"Kami sebenarnya sudah melaksanakan terkait hal tersebut ya, hampir setiap minggu dari jajaran dan pejabat di Polresta Malang Kota, sampai dengan Polsek berkeliling menyuarakan antikekerasan di sekolah," kata Danang, Minggu (4/10).

Menurutnya, langkah yang telah ditempuh ini tetap perlu disinkronisasikan dengan peran seluruh pemangku kepentingan di Kota Malang agar berjalan lebih efektif.

Sebab, untuk memastikan anak-anak terbebas dari kekerasan sesungguhnya tidak bisa mengandalkan peran satu atau dua pihak, tetapi seluruh elemen di wilayah setempat.

"Termasuk yang soal memberikan imbauan dan (upaya) lainnya," ucapnya.

Danang juga memastikan pihaknya mengedepankan profesionalitas dan kehati-hatian dalam menangani setiap perkara kekerasan yang menjadikan anak sebagai korban, sebagaimana dugaan kasus di SMP Negeri 18 Kota Malang.

Dalam perkara itu setidaknya ada delapan pelajar telah melayangkan laporan karena menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oleh mantan kepala sekolah tersebut, berinisial MAH.

Ia mengemukakan sampai saat ini penyidik masih melakukan serangkaian upaya penyelidikan, termasuk melengkapi keterangan dari saksi dan alat bukti.

Setelah seluruh tahapan selesai, pihaknya akan melaksanakan gelar perkara untuk selanjutnya melakukan penyidikan.

​"Nanti penanganannya juga khusus karena korbannya juga anak-anak," ujar dia.

Atas adanya insiden tersebut, Danang mengingatkan kepada seluruh kepala sekolah maupun guru supaya lebih mendidik pelajar dengan cara humanis.

"Harus membedakan antara mendidik dengan keras dan mendidik dengan kekerasan," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gila, 350 Rekor Lahir di As...

Pada Indonesia Halal Awards 2026, SUCOFINDO Raih Penghargaan

25 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
Pada Indonesia Halal Awards...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.