Pasar Wage Purwokerto Mau Ditata, Semua Pedagang Dipastikan Kebagian Rasa Adil
📅 Minggu, 22 Mar 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis“Tidak ada maksud pemerintah menyengsarakan rakyat. Penataan ini untuk kepentingan bersama,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rencana revitalisasi Pasar Wage menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurut dia, pemerintah daerah telah berdiskusi dengan DPRD Kabupaten Banyumas untuk menganggarkan pembebasan lahan agar wajah pasar menghadap Jalan Jenderal Soedirman.
Ia optimistis penataan fisik tersebut akan mengembalikan marwah Pasar Wage sebagai pasar induk yang dahulu menjadi tujuan utama masyarakat berbelanja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan total pedagang yang ditata mencapai 243 pedagang luar pasar dan 735 pedagang lorong pasar.
Ia mengakui upaya penataan pedagang telah berlangsung sejak 25 tahun silam, hingga akhirnya para pedagang sepakat untuk menempati lapak-lapak yang disediakan di lantai 2 Pasar Wage setelah melalui proses diskusi secara intensif dalam beberapa bulan terakhir.
“Mulai besok (23/3) sisa lapak akan dibersihkan. Malam ini pemindahan dilakukan, besok pagi kami harapkan sudah bersih,” katanya.
Dia mengatakan proses penataan dilakukan melalui pendekatan humanis setelah adanya aduan masyarakat terkait fungsi jalan.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga merangkul pedagang luar pasar yang sebelumnya tidak masuk persil pasar.
Menurut dia, seluruh pedagang telah mendapatkan tempat dan melalui proses pendataan, pendaftaran, serta pengundian.
“Jika masih ada pedagang yang bertahan berjualan di luar area, petugas tetap mengedepankan pendekatan persuasif,” katanya.
Ketua P3W Mohammad Toha menyatakan kesepakatan tersebut menjadi titik balik perjuangan pedagang pasar yang telah berlangsung sekitar 25 tahun.
“Perjuangan kami bukan mencari kemenangan, tapi menuntut keadilan. Fungsi jalan untuk jalan, fungsi pasar untuk berdagang,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!