Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPK Ungkap Dana Hasil Pemerasan di Pemkab Cilacap untuk THR Polisi hingga Jaksa

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 16:05 WIB | Oleh:
KPK Ungkap Dana Hasil Pemerasan di Pemkab Cilacap untuk THR Polisi hingga Jaksa Doc: RRI/Chairul Umam
Ket. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (kelima dari kiri) serta Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono (ketiga dari kiri), berjalan setelah pemeriksaan oleh KPK

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan aliran dana kasus korupsi ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap. Dana tersebut diduga digunnakan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pihak eksternal.

Dalam hal ini adalah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Demikian disampaikan Deputi Penindakan dan eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, Sabtu (14/3) di Jakarta.

"Pihak Eksternal yang diduga menerima adalah Forkompimda, baik dari unsur kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan di wilayah tersebut,” ujar dia.

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono. Kedua kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan KPK.

Menurut Asep, dugaan rencana penyaluran dana tersebut terungkap dari catatan yang ditemukan penyidik saat melakukan pemeriksaan. Isinya berupa daftar para pihak yang diduga menjadi target penerima dana.

Asep menambahkan kasus ini bermula dari pertemuan antara Bupati dan Sekda Cilacap pada 26 Februari 2026. Saat itu Bupati diduga memerintahkan pengumpulan dana menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Selanjutnya Sekda bersama sejumlah asisten daerah membahas kebutuhan dana THR eksternal sebesar Rp515 juta. Namun, dalam pelaksanaannya mereka menetapkan target pengumpulan dana hingga Rp750 juta dari berbagai perangkat daerah.

Menurut penyelidikan KPK, hingga menjelang tenggat waktu pada 13 Maret 2026 telah terkumpul dana sebesar Rp610 juta. Ini berasal dari sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Cilacap.

Menurut Asep, kelebihan dana dari kebutuhan awal tersebut menjadi salah satu dasar penerapan pasal gratifikasi dalam perkara ini. "Konsepnya yang dibutuhkan Rp515 juta, sementara yang terkumpul mencapai Rp610 juta," ujar dia.

KPK juga mendalami kemungkinan praktik serupa yang diduga pernah terjadi pada 2025 dengan nilai lebih besar. Penyidik saat ini masih menelusuri pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana pada periode tersebut.

“Dari keterangan beberapa kepala dinas disebutkan praktik ini juga terjadi pada tahun lalu,” kata Asep. “Karena itu kami akan telusuri lebih lanjut, termasuk kepada siapa saja dana tersebut diberikan.” ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Aksi Godbless di Penutupan Pestapora 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Aksi Godbless di Penutupan ...
Ekonomi
IHSG Hari Ini Melemah Dipic...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp113.750...
Advertisement
Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

Luar Biasa Pencapaian Amri/Nita, Lolos ke Partai Puncak, Gulung Ganda Utama Tiongkok

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.